Harap Pemerintah Turun Tangan, Petani Kediri Keluhkan Mahalnya Harga Plastik

Kediri,montera.co.id – Para petani di Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, menaruh harapan besar agar pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga kebutuhan pertanian. Harapan ini muncul seiring melonjaknya harga plastik mulsa yang kian memberatkan biaya produksi di tengah harga panen yang tidak menentu.

“Harapannya pemerintah bisa membantu supaya harga kebutuhan petani bisa turun,” ungkap Juwono (65), seorang petani dari Dusun Mulyorejo, Desa Kampungbaru, Minggu (19/4/2026).

Biaya Produksi Naik Signifikan

Juwono menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik pertanian saat ini mencapai sekitar 20 persen. Kondisi ini menjadi beban tambahan yang serius bagi para petani hortikultura.

Harga Lama: (Sebelum kenaikan)

Harga Baru: Sekitar Rp31.000

Komoditas Terdampak: Cabai dan Bawang Merah

Menurutnya, kenaikan ini sangat terasa karena tidak dibarengi dengan kepastian harga jual saat panen tiba. Saat ini, harga cabai di tingkat petani berada di angka Rp40.000/kg dan bawang merah Rp30.000/kg, namun margin keuntungan tergerus oleh mahalnya modal awal.

Siasat Petani Hadapi Lonjakan Harga

Untuk menyiasati mahalnya harga plastik mulsa, banyak petani yang mulai mengurangi penggunaannya. Namun, keputusan ini justru memicu masalah baru:

Biaya Tenaga Kerja Membengkak: Petani harus membayar orang lebih banyak untuk mencabuti rumput (gulma) secara manual.

Risiko Hama Meningkat: Tanpa mulsa, kelembapan tanah sulit terjaga dan tanaman lebih rentan terserang hama.

Pertumbuhan Tidak Optimal: Tanaman berisiko tidak tumbuh maksimal dibanding menggunakan sistem mulsa plastik.

“Sekarang lebih banyak pakai tenaga kerja untuk cabuti rumput. Kalau biaya naik, hama juga makin sulit diatasi,” keluh Juwono.

Perlu Stabilitas Harga

Hingga saat ini, penyebab pasti kenaikan harga plastik tersebut masih belum diketahui oleh para petani. Mereka mengaku hanya bisa menerima harga yang ada di pasar meski terasa mencekik.

Meski harga pupuk saat ini terpantau relatif stabil, kenaikan komponen penunjang seperti plastik tetap dianggap sebagai ancaman bagi keberlangsungan usaha tani di wilayah Kepung. Para petani berharap ada kebijakan proteksi harga agar sektor pertanian di Kediri tetap bergairah.(Dan/Ali

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *