Komitmen Peningkatan Layanan Jadi Prioritas, Penumpang Bandara Dhoho Kediri Melonjak 120 Persen di Lebaran 2026

Kediri,Montera.co.id – PT Angkasa Pura Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kebandarudaraan yang aman, nyaman, dan berstandar tinggi. Fokus pada peningkatan kualitas pelayanan ini menjadi catatan utama seiring ditutupnya Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 di Bandara Internasional Dhoho Kediri, Senin (30/3/2026).

​General Manager Bandara Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra, menyampaikan bahwa capaian operasional tahun ini akan menjadi bahan evaluasi mendalam. “Kami berkomitmen memperkuat koordinasi antarinstansi dan kesiapan operasional demi menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat terhadap transportasi udara di wilayah Kediri dan sekitarnya,” ujarnya.

Rekapitulasi Posko Lebaran: Aman, Tertib, dan Lancar
​Selama 17 hari beroperasi (13–29 Maret 2026), seluruh pergerakan pesawat di Bandara Dhoho berjalan tanpa kendala berarti. Sinergi antara pengelola bandara, maskapai, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci sukses kelancaran arus mudik dan balik tahun ini.

Data resmi menunjukkan statistik yang impresif:
​Total Penumpang: 2.973 orang.
​Pergerakan Pesawat: 28 penerbangan.
​Volume Kargo: 2.194 kilogram.

Lonjakan Drastis Penumpang dan Tingkat Keterisian Pesawat
​Dibandingkan periode Lebaran 2025 (H-8 hingga H+7), Bandara Dhoho mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Jumlah penumpang melonjak drastis hingga 120 persen, jauh melampaui kenaikan pergerakan pesawat yang berada di angka 40 persen.

​Ketimpangan pertumbuhan antara jumlah penumpang dan jumlah pesawat ini mengindikasikan bahwa tingkat keterisian pesawat (load factor) selama Lebaran 2026 sangat tinggi.

​”Peningkatan penumpang datang mencapai 134 persen, mencerminkan tingginya antusiasme pemudik menuju Kediri. Sementara penumpang berangkat juga naik 103 persen selama arus balik,” jelas Rahmat.

​Evaluasi Durasi dan Efisiensi Operasional
​Meski mencatatkan angka pertumbuhan yang luar biasa, manajemen Bandara Dhoho tetap memberikan catatan kritis terkait durasi operasional posko. Tahun ini, posko berlangsung selama 17 hari, lebih singkat dibandingkan durasi 22 hari pada tahun sebelumnya.

​Perbedaan durasi ini menjadi indikator bahwa produktivitas dan efisiensi bandara meningkat pesat. PT Angkasa Pura Indonesia optimistis bahwa Bandara Internasional Dhoho akan terus tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi dan konektivitas utama di Jawa Timur bagian selatan.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *