Kediri,Montera.co.id– Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengukuhkan Pengurus Dewan Kesenian Jaranan Kota Kediri Wahyu Krida Budaya periode masa bakti 2025–2028. Acara pengukuhan yang berlangsung pada Minggu (1/2/2026) di Jalan Dhoho bertepatan dengan kegiatan Car Free Day (CFD), di mana kawasan tersebut dipadati oleh masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian seni budaya tradisional.
Sugito Jabat Ketua Umum, Dapat Amanah untuk Bawa Kemajuan Kesenian Jaranan
Dalam acara yang juga dihadiri Ketua Panitia Hanif, para pengurus baru, seniman, dan pelaku budaya, Sugito resmi menjabat sebagai Ketua Umum. Wali Kota menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Selamat kepada Bapak Sugito atas amanah barunya. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan membawa kemajuan bagi kesenian jaranan di Kota Kediri,” ujar Vinanda Prameswati.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan akta dan Surat Keputusan (SK) pengurus resmi, sebagai bentuk pengakuan resmi dari Pemerintah Kota Kediri terhadap organisasi tersebut.
Kesenian Jaranan Bukan Sekadar Pertunjukan, Melainkan Warisan Budaya yang Mengandung Nilai Sejarah
Wali Kota menegaskan bahwa kesenian jaranan bukan hanya sebagai bentuk seni pertunjukan semata, melainkan menjadi bagian dari identitas daerah yang menyimpan nilai sejarah dan moral penting. Selain itu, kesenian ini juga mencerminkan nilai kebersamaan yang perlu terus dijaga dan dilestarikan.
“Kesenian jaranan adalah warisan budaya yang harus kita jaga. Cerita dalam kesenian jaranan perlu dikemas secara menarik dan mengikuti perkembangan zaman, sehingga generasi muda mulai dari anak TK, SD, hingga SMP dapat memahami nilai dan pesan yang terkandung di dalamnya,” jelasnya.
Dorong Inovasi dan Kolaborasi, Jaranan Diharapkan Dikenal Luas hingga Mancanegara
Untuk menjaga kelangsungan dan daya tarik kesenian jaranan, Wali Kota mendorong adanya inovasi berkelanjutan serta kolaborasi dalam penyampaian cerita. Penggunaan bahasa yang mudah dipahami menjadi salah satu upaya agar anak-anak tertarik mempelajari dan mencintai kesenian ini sejak dini.
Selain itu, ia juga berharap kesenian jaranan Pecut Samandiman dapat dikenal lebih luas, termasuk oleh wisatawan mancanegara melalui pengemasan yang kreatif dan komunikatif. “Amanah ini memang tidak ringan, namun saya yakin dengan kekompakan dan kerja sama seluruh pengurus, kesenian jaranan Pecut Samandiman ke depan dapat semakin dikenal dan dibanggakan,” pungkasnya.(Dan/Ali)







