Kediri, Montera.co.id– Fenomena unik Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, terus menjadi magnet bagi masyarakat. Sejak viral di media sosial karena bentuknya yang dinilai ikonik, lokasi ini mendadak ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga berdampak signifikan pada ekonomi warga sekitar.
Merespons tren tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Perekonomian bersama Satpol PP melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Selasa (5/1/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa keramaian yang terjadi tetap tertib dan tidak mengganggu fasilitas umum.
Dampak Ekonomi di Balik Viralnya Patung Macan Putih
Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Perekonomian Kabupaten Kediri, Hari Subagyo, mengungkapkan bahwa popularitas patung tersebut membawa angin segar bagi pedagang kaki lima dan UMKM di sekitar Balongjeruk.
”Dari hasil pengecekan, pedagang masih tertib dan tidak naik ke badan jalan. Aktivitas ekonomi meningkat tajam jika dibandingkan hari biasa,” ujar Hari.
Meski demikian, Hari memberikan catatan penting terkait manajemen ruang publik. Ia menekankan bahwa lonjakan pengunjung harus dibarengi dengan pengaturan parkir yang disiplin agar tidak menimbulkan kemacetan atau “semrawut” di jalur penghubung antar-kecamatan.
Soroti Izin Car Free Day dan Jalur Alternatif
Selain penataan parkir, Pemkab Kediri juga menyoroti inisiatif kegiatan Car Free Day (CFD) yang sempat digelar di lokasi.
Mengingat jalan di Desa Balongjeruk merupakan jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Badas dan Kecamatan Kunjang, setiap penutupan jalan wajib melalui prosedur koordinasi yang ketat.
”Kita minta ada kejelasan jika ada penutupan jalan. Harus ada koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan penyiapan jalur alternatif agar mobilitas masyarakat luas tetap terjamin,” tegasnya.
Mendorong Wisata Berbasis Sejarah Desa
Pemkab Kediri mendorong Pemerintah Desa Balongjeruk agar tidak hanya mengandalkan viralitas sesaat. Hari menyarankan agar momentum ini digunakan untuk memperkenalkan potensi situs sejarah dan legenda Macan Putih sebagai simbol pendiri desa.
”Kalau dikelola dengan profesional, ini bisa menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan, bukan sekadar musiman,” tambah Hari.
Satpol PP: Ketertiban Umum Tetap Prioritas
Senada dengan hal tersebut, Ahli Pertama Satpol PP Kabupaten Kediri, Prasetyo Satrio Widodo, memastikan bahwa situasi di lapangan sejauh ini masih kondusif. Belum ditemukan gangguan serius terhadap ketertiban umum meski volume kendaraan meningkat.
”Harapan kami, pihak desa proaktif menjaga ketertiban. Koordinasi lintas instansi sangat diperlukan jika ke depannya akan diadakan acara besar yang melibatkan massa,” kata Prasetyo.
Patung Macan Putih Balongjeruk kini menjadi bukti nyata bagaimana kekuatan media sosial mampu mengubah ikon desa menjadi penggerak ekonomi lokal. Kini, tantangan berada di tangan pengelola setempat untuk menjaga kenyamanan pengunjung dan kelancaran arus lalu lintas di Kabupaten Kediri.(Dan/Ali)







