Ramadhan di Lapas Kediri: Warga Binaan Targetkan Satu Juz Sehari

Kediri,Montera.co.id– Bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIA Kediri, Ramadhan tahun ini bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah titik balik dan ruang refleksi diri yang mendalam. Di tengah sunyinya jeruji besi, suasana Masjid At-Taubah berubah menjadi pusat transformasi spiritual, di mana para penghuninya mulai mengevaluasi perjalanan hidup dan menata kembali masa depan mereka melalui pendekatan pembinaan yang lebih humanis.

Kemandirian Spiritual: ‘One Day One Juz’
​Salah satu motor penggerak transformasi ini adalah program One Day One Juz.

Berbeda dengan tadarus massal biasa, program ini menitikberatkan pada:
​Kedisiplinan Mandiri: Santri Pondok At-Taubah bebas mengatur ritme bacaannya di sela aktivitas.

​Manajemen Waktu: Melatih WBP untuk bertanggung jawab atas target ibadah mereka sendiri.

Kesadaran Hati: Menumbuhkan niat ibadah yang murni tanpa perlu pengawasan ketat petugas.
​Seorang warga binaan berinisial G mengakui dampaknya. “Melalui program ini, pikiran saya lebih tertata. Saya mulai bisa menerima perjalanan hidup ini dan mengevaluasi keputusan masa lalu,” ungkapnya dengan tulus.

Sinergi dan Kebersamaan: Peer-to-Peer Learning
​Lapas Kediri juga menerapkan prinsip “Yang Mampu Mengajar yang Belum Bisa”. Ekosistem sosial yang positif dibangun melalui:
​Guru Ngaji Internal: WBP yang bersertifikat diberikan amanah membimbing rekan sejawat.
​Penghapusan Sekat: Interaksi belajar-mengajar menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat.
​Dukungan Moral: Saling menguatkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik saat bebas nanti.
​Komitmen Pembinaan Bermakna
​Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Solichin, menegaskan bahwa perubahan perilaku yang permanen harus berangkat dari kesadaran spiritual yang kuat.

​”Kami ingin menghadirkan pembinaan yang lebih bermakna. Tidak hanya rutinitas fisik, tetapi bagaimana mereka membangun pengendalian diri dan tanggung jawab,” ujar Solichin.
​Dengan perpaduan disiplin dan bimbingan religius ini, Lapas Kediri berharap para warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai sosok baru yang memiliki mentalitas tangguh dan berakhlak mulia.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *