Polres Kediri Sita 280 Gram Sabu dan 2.335 Pil Double L dalam Operasi Jelang Ramadan

Kediri, Montera.co.id– Komitmen Polres Kediri dalam menjaga kesucian bulan Ramadan dibuktikan dengan tindakan tegas. Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres Kediri sukses membongkar jaringan peredaran gelap narkotika dalam operasi besar-besaran yang digelar sejak akhir Januari lalu.

​Hasilnya tak main-main, sebanyak 26 orang tersangka berhasil diamankan petugas dalam kurun waktu 20 hari operasi.

Operasi Maraton 20 Hari: 22 Kasus Terungkap
​Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji, melalui Kasat Resnarkoba AKP Sujarno, mengungkapkan bahwa operasi ini merupakan langkah preventif sekaligus represif untuk memastikan situasi Kamtibmas di wilayah Kediri tetap kondusif menjelang bulan suci.

​”Kami fokus pada pengungkapan kasus narkotika, terutama sabu-sabu yang peredarannya masih cukup marak. Dalam operasi ini, kami menangani 22 laporan polisi dengan total 26 tersangka,” ujar AKP Sujarno dalam konferensi pers di Aula Wicaksana Laghawa, Rabu (18/2/2026).

Dari puluhan tersangka tersebut, rinciannya terdiri dari:
​19 orang berperan sebagai pengedar.
​7 orang berperan sebagai pemakai.
​5 orang di antaranya merupakan residivis (pemain lama).

Barang Bukti: Ratusan Gram Sabu dan Ribuan Pil Koplo
​Petugas di lapangan bergerak cepat menyisir berbagai titik rawan. Hasil penggeledahan mengungkap jumlah barang bukti yang cukup fantastis, yang diduga kuat akan diedarkan menjelang momen bulan puasa.

Adapun rincian barang bukti yang disita meliputi:
​Sabu-sabu: 280,56 gram.
​Pil Ekstasi: 5,95 gram.
​Pil Double L: 2.335 butir.
​Sarana Komunikasi: 23 unit handphone berbagai merek.
​Alat Pendukung: 7 timbangan digital, 5 bong (alat hisap), dan pipet kaca.

​”Selain narkotika, kami juga mengamankan alat komunikasi dan timbangan digital yang membuktikan adanya aktivitas peredaran terorganisir,” tegas AKP Sujarno.

Komitmen Cipta Kondisi Menuju Ramadan
​Penindakan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan instruksi langsung dari Kapolres Kediri guna memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dengan lumpuhnya jaringan ini, diharapkan ruang gerak peredaran gelap narkoba di Kediri semakin sempit.

​Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk tidak lengah dan berani melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka. Kerja sama antara warga dan aparat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai narkoba hingga ke akar-akarnya.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *