Kediri,Montera.co.id– Di tengah hiruk-pikuk Taman Sekartaji, Pojok Baca hadir sebagai surga membaca gratis yang kini menjadi magnet bagi ratusan pengunjung setiap hari. Diresmikan setahun lalu, inisiatif ini tak hanya menyediakan ribuan buku, tapi juga wifi gratis dan akses perpustakaan digital, mengubah kebiasaan masyarakat Kediri dalam menikmati literasi.
Sejarah Singkat dan Misi Tingkatkan Minat Baca
Pojok Baca Taman Sekartaji resmi diresmikan pada 22 Januari 2025 sebagai taman bacaan masyarakat (TBM). Menurut M. Yogi Suryawan, salah satu petugas pelayanan bersama Widiah, fasilitas ini dibangun untuk mengatasi keterbatasan ruang baca di taman sebelumnya.
“Dulu, pengunjung taman tak punya tempat nyaman untuk membaca. Kini, kami sediakan agar literasi dan kegemaran membaca masyarakat Kediri meningkat,” ujar Yogi saat ditemui, Selasa 12/1/2026)
Lokasi di taman dipilih karena udaranya sejuk, akses mudah, dan dekat sekolah-sekolah seperti SMA 1 dan SMA 2 Kediri. “Semua orang suka ke taman, lebih adem dan strategis,” tambahnya.

Antusiasme Luar Biasa: 50-100 Pengunjung HarianAntusiasme warga luar biasa, terutama pelajar dan mahasiswa. Setiap hari, Pojok Baca ramai dengan 50-100 pengunjung dari ratusan orang yang datang ke taman.
Mayoritas berasal dari kalangan pelajar sekolah terdekat, diikuti mahasiswa seperti Dzaza Salsabilla Alief Nur, mahasiswi semester 4 IAIN Kediri.
Dzaza berbagi pengalaman: “Mencari buku mudah, cukup tunjukkan KTP atau KTM seperti kemarin saya pakai KTM. Dulu ke perpustakaan dekat Pemkot, tapi sekarang pojok literasi ini lebih baru dan nyaman.” Cerita sederhana Dzaza mencerminkan daya tarik Pojok Baca bagi generasi muda yang haus ilmu di luar kelas.
Fasilitas Modern: Buku Fisik hingga Digital
Pojok Baca menyediakan sekitar 600 eksemplar buku, mulai dari buku anak-anak, novel, cerita umum, hingga kuran dan majalah. Koleksi paling laris? Buku umum seperti novel yang digemari pengunjung muda.Tak ketinggalan fasilitas kekinian: free wifi dan perpustakaan digital via aplikasi e-resources.
“Scan barcode yang kami sediakan, langsung akses buku digital. Perpustakaan kini hybrid, fisik dan online,” jelas Yogi. Inovasi ini membuat Pojok Baca relevan di era digital, menarik minat generasi Z dan milenial.
Inisiatif seperti ini menjadi contoh sukses program literasi nasional di daerah. Dengan pengunjung yang terus bertambah, Pojok Baca Taman Sekartaji berpotensi jadi model TBM unggulan di Jawa Timur. Bagi warga Kediri, datanglah ke sini—bawa KTP atau KTM, dan temukan dunia baru lewat halaman buku.(Dan/Ali)







