Kediri,Montera.co.id– Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan jaminan bahwa stok bahan pokok dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang Idul Fitri 2026. Kepastian ketersediaan pangan ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran masyarakat di tengah tren kenaikan harga yang biasa terjadi mendekati hari raya.
Sebagai langkah konkret menjaga daya beli masyarakat, Pemprov Jatim menggelar Pasar Murah di halaman Kantor Kelurahan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini menjadi instrumen penting untuk mengontrol harga sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Strategi Khofifah Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran
Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pasar murah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi empat pilar pengendalian inflasi: ketersediaan stok, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi antar daerah.
”Penjangkauan pasar murah ini merupakan upaya untuk pengendalian inflasi sekaligus stabilisasi harga. Ini adalah bentuk intervensi yang melengkapi program pemerintah kabupaten dan kota,” ujar Khofifah saat meninjau lokasi.
Menurutnya, pasar murah ini berfungsi sebagai penyeimbang harga di pasar tradisional, sehingga fluktuasi harga akibat meningkatnya permintaan dapat diredam lebih dini.
Harga Pangan di Pasar Murah: Cabai Rawit Diskon Besar
Perbedaan harga yang ditawarkan dalam pasar murah ini sangat signifikan, terutama pada komoditas yang sedang melonjak. Warga menyambut antusias penurunan harga yang mencapai hampir separuh dari harga pasar normal.
Berikut rincian harga komoditas yang tersedia di lokasi:
Cabai Rawit: Dijual hanya Rp40.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang mencapai Rp80.000 – Rp85.000 per kilogram. (Pembelian dibatasi per ons demi pemerataan).Daging Ayam: Dibanderol Rp30.000 per kilogram, sementara di pasar rata-rata menyentuh Rp42.000.
Telur Ayam: Tersedia seharga Rp22.000 per kilogram dari harga normal sekitar Rp30.000.
Gula Pasir: Dilepas dengan harga Rp14.000 per kilogram, lebih rendah dari harga pasar Rp17.000.
Minyak Goreng: Dijual Rp13.000 per liter dibanding harga pasar yang berkisar Rp16.800.
Inovasi Mobil EPIK: Distribusi Pangan Jemput Bola
Selain pasar murah statis, Pemprov Jatim bersama Bank Indonesia juga meluncurkan Mobil EPIK (Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota).
Armada ini bertugas berkeliling membawa berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng langsung ke titik-titik pemukiman.
Kehadiran Mobil EPIK diharapkan dapat memperluas jangkauan intervensi pemerintah, sehingga masyarakat yang jauh dari pusat keramaian tetap bisa mendapatkan pangan dengan harga subsidi.
Kerja Sama Antar Daerah Jadi Kunci
Khofifah menambahkan bahwa kelancaran distribusi dan koordinasi antar wilayah sangat krusial karena setiap daerah memiliki surplus komoditas yang berbeda. Ia memastikan sinergi ini akan terus diperkuat agar tidak ada kelangkaan di satu titik wilayah Jatim.
”Kerja sama antar daerah penting, karena harga komoditas seperti cabai atau ayam bisa berbeda di tiap wilayah. Dengan koordinasi yang baik, kita pastikan masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa beban harga pangan yang melonjak tajam,” pungkasnya.(Dan/Ali)







