Diresmikan 31 Januari, Aturan Lalu Lintas Ditetapkan 9 Februari
Kediri,Montera.co.id – Pemerintah Kota Kediri resmi memulai langkah besar untuk menyulap kawasan Jalan Stasiun menjadi ikon wisata baru bertajuk City of Tourism. Peresmian yang dilakukan pada Rabu (31/1) ini diikuti dengan penetapan kebijakan lalu lintas baru guna menciptakan ketertiban dan kenyamanan bagi wisatawan maupun warga lokal.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, dalam Podcast Pemkot Kediri TV pada Jumat (9/1), menjelaskan bahwa penataan ini mencakup pemberlakuan jalur satu arah, kawasan bebas parkir, hingga penataan Pedagang Kaki Lima (PKL).
Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Baru Jalan Stasiun
Untuk mewujudkan kawasan yang estetik dan tertib, Dishub Kota Kediri memberlakukan aturan main baru bagi pengendara yang melintas:
Kendaraan Roda Dua: Dapat melintas dari Jalan Dhoho menuju Jalan Stasiun hingga monumen lokomotif. Dari titik tersebut, pengendara bisa melanjutkan perjalanan ke Jalan Ade Irma Suryani atau Jalan Untung Suropati.
Kendaraan Roda Empat: Khusus mobil, arus lalu lintas hanya diperbolehkan mengarah ke Jalan Untung Suropati.
Kawasan Bebas Parkir: Area Jalan Stasiun kini ditetapkan sebagai zona dilarang parkir demi kelancaran arus dan keindahan visual kawasan.
”Perubahan ini mungkin membuat jarak tempuh sedikit lebih panjang dan waktu perjalanan lebih lama. Namun, ini semua demi mewujudkan Jalan Stasiun sebagai wajah pariwisata Kediri,” ungkap Cholis.
Solusi Parkir dan Pengecualian Saat Car Free Day (CFD)
Pemerintah Kota Kediri memahami kebutuhan parkir bagi pemilik toko, pembeli, maupun peziarah Makam Syekh Wasil. Sebagai solusinya, lahan ex Pacific telah disiapkan sebagai kantong parkir utama yang beroperasi 24 jam.
”Parkir di Jalan Dhoho tetap bisa digunakan, gratis bagi kendaraan plat AG Kota Kediri. Sementara di lahan ex Pacific berlaku tarif parkir untuk semua plat kendaraan,” tambahnya.
Khusus hari Minggu saat pelaksanaan Car Free Day (CFD), terdapat pengecualian bagi penumpang kereta api. Akses menuju stasiun melalui Jalan Untung Suropati akan diberlakukan dua arah mulai pukul 05.00 hingga 09.00 WIB dengan pengawasan ketat dari petugas Dishub dan PT KAI.
Sinergi Lintas Sektor Demi Slogan ‘Kediri Ngangeni’
Proyek ambisius ini tidak hanya soal jalan raya, tetapi juga melibatkan kolaborasi berbagai instansi:
Dinas Perdagangan: Menata PKL agar lebih rapi dan ikonik.
Disbudparpora: Mengelola agenda kegiatan dan event wisata di kawasan tersebut.
Satpol PP & Aparat Wilayah: Menjaga ketertiban, keamanan, dan pengawasan lokasi.
Meskipun dalam masa uji coba sejak Senin (5/1) masih ditemukan masyarakat yang bingung dengan rute baru, Pemkot Kediri optimis penataan ini akan memberikan dampak ekonomi positif.
”Kami berharap Jalan Stasiun menjadi kenangan manis bagi siapa saja yang berkunjung. Dengan dukungan masyarakat, slogan Kediri Ngangeni benar-benar bisa kita wujudkan melalui hadirnya city of tourism ini,” tutup Cholis.(Dan/Ali)







