Armada baru diperkuat untuk wilayah tengah, unit lama dialihkan ke Grogol sebagai bagian penataan layanan
Kediri,Montera.co.id – Pemerintah Kabupaten Kediri meningkatkan kapasitas penanganan kebakaran dengan menempatkan satu unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas 4.000 liter di Pos Damkar Ngadiluwih. Penambahan armada ini juga diimbangi dengan pengalihan unit lama berkapasitas 3.000 liter ke Pos Damkar Grogol, sebagai upaya optimalisasi layanan di wilayah tengah Kabupaten Kediri.
MOBIL DAMKAR HIBAH DKI JAKARTA, TIBA 31 DESEMBER 2025
Mobil pemadam kebakaran yang menjadi bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut resmi diserahkan di Lapangan Monas, Jakarta, pada tanggal 29 Desember 2025. Armada baru kemudian tiba di Kabupaten Kediri pada Selasa (31/12/2025) pukul 17.55 WIB dan langsung ditempatkan sementara di Pos Pemadam Kebakaran Pare sebelum dipindahkan ke Ngadiluwih.
Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat berarti untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah yang mencakup 26 kecamatan.
“Dengan luas wilayah Kabupaten Kediri yang cukup luas, armada yang kami miliki selama ini masih sangat terbatas. Hibah satu unit mobil damkar dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini tentu sangat membantu kami dalam memberikan pelayanan penyelamatan kebakaran kepada masyarakat,” ujar Kaleb pada Senin (26/01/2026).
PENATAAN ARMADA, NGADILUWIH DAN GROGOL LEBIH OPTIMAL
Sebelum penambahan armada baru, Pos Damkar Ngadiluwih hanya memiliki satu unit mobil damkar berkapasitas 3.000 liter. Kini dengan kehadiran unit 4.000 liter, pos tersebut diperkuat untuk menjangkau wilayah pelayanan yang lebih luas.
Sementara itu, unit lama dari Ngadiluwih dialihkan ke Pos Damkar Grogol dengan pertimbangan kondisi medan yang membutuhkan kendaraan dengan dimensi lebih kecil. Saat ini, Kabupaten Kediri memiliki tiga pos pemadam kebakaran:
– Pos Damkar Pare: 2 unit mobil damkar dan 1 unit rescue kapasitas 5.000 liter
– Pos Damkar Grogol: 1 unit mobil damkar kapasitas 5.000 liter dan 2 kendaraan rescue
– Pos Damkar Ngadiluwih: 1 unit baru 4.000 liter dan unit lama telah dialihkan
KERJA SAMA DENGAN KOTA KEDIRI, SALING DUKUNG PENANGANAN KEBAKARAN
Untuk mengatasi keterbatasan layanan di wilayah tengah, Pemkab Kediri juga telah menjalin kerja sama melalui Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Kediri, khususnya dalam dukungan armada dan personel damkar.
“Alhamdulillah, kerja sama dengan Damkar Kota Kediri berjalan baik. Ketika terjadi kebakaran di wilayah tengah, kami saling mendukung. Begitu juga sebaliknya, saat Kota Kediri membutuhkan bantuan, seluruh unit kami siap dikerahkan,” jelas Kaleb.
JUMLAH ARMADA MENJADI LIMA UNIT, TARGET WAKTU TIBA MAKSIMAL 15 MENIT
Dengan tambahan armada hibah dari DKI Jakarta, jumlah mobil pemadam kebakaran di Kabupaten Kediri kini menjadi lima unit. Meskipun masih belum mencapai standar ideal, Kaleb berharap penambahan tersebut dapat mempercepat respons penanganan kebakaran sesuai standar pelayanan minimal yang menargetkan waktu tiba maksimal 15 menit setelah laporan diterima.
“Ke depan tentu kami berharap armada dan SDM bisa terus ditambah. Idealnya, setiap korwil kecamatan memiliki minimal dua unit mobil damkar, dengan dukungan personel yang memadai,” pungkasnya.(Dan/Ali)







