Nganjuk, Montera.co.id– PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengkonfirmasi kejadian pelemparan batu terhadap Kereta Api 251B (Jayakarta Premium) yang sedang melintas relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen. Insiden ini terjadi pada Sabtu (24/1/2026) pukul 16.10 WIB di petak jalan Bagor–Saradan, mengakibatkan kerusakan pada bagian kereta.
Kaca Kereta Pecah, Informasi Awal Diterima dari PPO
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa benda yang dilempar menyebabkan kaca pecah pada rangkaian kereta Premium 6 dengan nomor sarana K301733 TD pada posisi 16Ab–17Ab. Laporan pertama mengenai kejadian ini diterima dari Pusat Pengendalian Operasi (PPO) melalui petugas yang berada di lapangan.
“Begitu menerima laporan, petugas pengamanan KAI Daop 7 Madiun langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan penyisiran,” ujar Tohari dalam keterangan resmi.
4 Anak Dikawal, Dua Diantaranya Mengakui Perbuatan
Dalam tindak lanjut cepat, tim pengamanan yang terdiri dari jajaran Deputi Pengamanan, kepala regu, serta personel Polsuska berhasil mengamankan empat orang anak di sekitar KM 120+7 petak Bagor–Nganjuk yang diduga terlibat. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa dua anak di antaranya mengakui telah melakukan pelemparan, termasuk keterlibatan pada kejadian serupa sehari sebelumnya di lokasi berdekatan, yakni KM 120+5 petak Bagor–Nganjuk.
Para terduga pelaku kemudian dibawa ke Stasiun Nganjuk untuk memberikan keterangan, sebelum diserahkan ke Polsek Nganjuk Kota dengan didampingi orang tua masing-masing.
Solusi Melalui Mediasi, Orang Tua Wajib Ganti Rugi
Berdasarkan koordinasi dengan pihak kepolisian, langkah penyelesaian kasus ini diambil melalui proses mediasi. Sebagai bentuk pembelajaran dan efek jera, orang tua pelaku akan menangani penggantian biaya kerusakan kaca kereta. Selain itu, disepakati juga akan dilakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap anak-anak tersebut.
“Tindakan ini sangat berbahaya, tidak hanya bagi awak dan penumpang, tetapi juga bagi pelaku itu sendiri,” tegas Tohari menyampaikan kekhawatiran KAI terkait aksi vandalisme ini.
Langkah Preventif: Sosialisasi Keselamatan ke Sekolah
Sebagai upaya mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan, KAI Daop 7 Madiun merencanakan pelaksanaan sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api ke sekolah yang ditempuh para pelaku pada pekan depan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sejak dini mengenai bahaya fisik serta dampak hukum dari tindakan pelemparan terhadap kereta api yang sedang beroperasi.
KAI Daop 7 Madiun juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan keamanan jalur rel, dengan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar area perkeretaapian serta segera melaporkan potensi gangguan keamanan kepada petugas terkait.(Dan/Ali)







