Melegenda Sejak 1912, Tahu Takwa Mbah Kacung Kediri Diserbu Pemudik: Stok Ludes 6 Kwintal Per Hari!

Kediri,Montera.co.id– Momentum Lebaran Idul Fitri 2026 membawa berkah luar biasa bagi sentra oleh-oleh khas Kota Tahu. Salah satu titik yang paling dipadati pengunjung adalah gerai Tahu Takwa Bah Kacung yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Kota Kediri. Antrean panjang pembeli tampak mengular demi mendapatkan tahu legendaris yang masih diproses secara tradisional ini.

​Peningkatan Omzet Hingga 6 Kali Lipat
​Herman Budiono, pemilik generasi ketiga Tahu Bah Kacung, mengungkapkan bahwa lonjakan pembeli tahun ini sudah diprediksi sebelumnya. Setelah melewati masa pandemi yang membatasi mobilitas, tahun ini menjadi ajang “balas dendam” bagi masyarakat untuk berburu buah tangan khas Kediri.

​”Selama Lebaran tahun ini, peningkatannya sangat signifikan. Bisa mencapai lima sampai enam kali lipat dibandingkan hari biasa,” ujar Herman saat ditemui di tokonya, Kamis (26/3/2026).

​Jika pada hari biasa toko ini hanya menghabiskan satu hingga dua kwintal bahan baku, kini Herman harus menyiapkan lima hingga enam kwintal kedelai per hari untuk memenuhi permintaan pasar. Bahkan, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah mengingat tingginya minat pelanggan.

Rela Mengantre Demi Kualitas “Fresh from the Oven”
​Saking tingginya permintaan, rak pajangan (display) di toko seringkali kosong melompong. Para pembeli pun rela berdiri menunggu di depan penggorengan agar mendapatkan tahu yang baru saja matang.

​”Banyak pelanggan yang terpaksa menunggu masakan jadi karena stok di rak sudah habis. Proses memasak kami lakukan terus-menerus secara non-stop dengan sistem shift karyawan,” tambah Herman.

​Untuk mengakomodasi lonjakan ini, jam operasional toko pun diperpanjang. Jika biasanya tutup pukul 20.00 WIB, selama musim mudik Lebaran, gerai Bah Kacung sudah buka sejak pukul 06.00 pagi hingga pukul 22.00 malam.

​Harga Tetap Stabil: Kualitas Warisan Sejak 1912
​Meski permintaan melonjak tajam, Herman berkomitmen untuk tetap menjaga harga tetap terjangkau. Satu besek (kemasan bambu) berisi 10 potong tahu takwa dibanderol seharga Rp50.000. Selain tahu takwa kuning, varian lain seperti tahu susu, stik tahu (Rp17.500), hingga jenang ketan juga menjadi primadona.

​Keistimewaan Bah Kacung terletak pada konsistensinya mempertahankan resep warisan keluarga yang dirintis sejak tahun 1912. Proses pengolahannya pun tetap menggunakan cara tradisional, yang menurut pelanggan, memberikan cita rasa yang lebih gurih dan tekstur yang lebih padat namun renyah.

Kepopuleran Bah Kacung terbukti dari banyaknya pelanggan setia yang datang dari berbagai daerah. Ashifa, salah satu pembeli dari Yogyakarta, mengaku selalu menyempatkan diri mampir setiap tahun saat momen mudik.

​”Rasanya lebih enak, renyah, dan gurih. Kualitasnya terjaga dari dulu, makanya setiap ke Kediri saya pasti mampir ke sini,” ujar Icah, salah satu pembeli asal Sidoarjo.

​Jujukan Utama Pemudik Luar Kota
​Mayoritas pembeli yang datang berasal dari luar daerah, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, hingga luar pulau Jawa. Puncak kunjungan diprediksi akan terus berlangsung hingga satu minggu setelah Lebaran (H+7).

​Bagi para pemudik, mampir ke Jalan Yos Sudarso belum lengkap rasanya jika tidak membawa pulang besek kuning bertuliskan “Bah Kacung”, sang pelopor tahu takwa pertama di Kota Kediri.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *