Kediri, Montera.co.id– “Kalau bikin sendiri itu repot, lebih cepat beli saja,” cetus Utin, salah satu warga Kediri saat ditemui di Pasar Pahing. Pernyataan tersebut menggambarkan fenomena umum menjelang Lebaran Ketupat tahun ini, di mana masyarakat lebih memilih cara praktis dengan membeli selongsong ketupat siap pakai dibandingkan harus menganyam janur sendiri di rumah.
Efisiensi waktu menjadi alasan utama. Dengan selisih harga yang tipis—janur mentah seharga Rp800 per biji sementara selongsong siap isi hanya Rp1.000—banyak warga menilai membeli produk jadi jauh lebih menguntungkan secara tenaga dan waktu, meskipun mereka tetap memilih memasak isiannya sendiri demi menjaga cita rasa.
Lonjakan Penjualan Hingga 10 Kali Lipat
Perubahan perilaku konsumen ini membawa dampak instan bagi para pedagang musiman. Penjualan selongsong ketupat yang sebelumnya hanya laku sekitar 10 biji per hari sejak H+1 Lebaran, kini melonjak drastis hingga 100 biji per hari.
Rubini, salah satu penjual di Pasar Pahing, mengonfirmasi bahwa dagangannya mulai diburu pembeli. Ia memprediksi puncak keramaian akan terus meningkat dalam hitungan hari.
“Sekarang sudah mulai ramai, kemungkinan puncaknya besok atau lusa,” ujar Rubini, Kamis (26/3/2026). Pada titik puncak tersebut, penjualan diperkirakan mampu menembus angka 160 selongsong per hari.
Update Harga Janur dan Stok dari Luar Daerah
Meningkatnya permintaan pasar membuat harga janur di tingkat tengkulak ikut terkerek naik. Hal ini diperparah dengan stok lokal yang terbatas, sehingga pedagang harus mendatangkan pasokan janur kuning dari wilayah Malang dan Trenggalek.
Berikut rincian harga terbaru di kawasan Pasar Pahing Kota Kediri:
Selongsong Ketupat: Rp10.000 per 10 biji.
Ketupat Matang (Kecil): Rp30.000 per 10 biji.
Ketupat Matang (Besar): Rp40.000 per 10 biji.
Lepet Jadi: Rp3.000 per biji.
Persaingan Ketat di Tengah Berkah Lebaran
Meski omzet meningkat signifikan, para pedagang harus bersaing ketat karena banyaknya penjual dadakan yang bermunculan di sekitar pasar. Dengan persaingan tersebut, rata-rata pendapatan harian pedagang saat ini terpantau berada di angka Rp150.000.
Kondisi ini diprediksi akan terus bertahan hingga perayaan puncak Bakda Kupat, di mana ketupat menjadi menu wajib dalam tradisi silaturahmi warga Kediri dan sekitarnya.(Dan/Ali)







