Kisah Rustam: Menyulap ‘Tanah Marjinal’ Kediri Menjadi Surga Melon Premium Berbasis Teknologi NFT

Kediri,Montera.co.id – Di sebuah sudut Desa Pule, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, sebuah transformasi besar sedang terjadi. Lahan yang dulunya dianggap “keras” dan tak ramah untuk bercocok tanam, kini justru melahirkan primadona meja makan: melon premium yang merambah pasar Jakarta hingga Bali.

​Adalah Rustam, sosok di balik Omah Melon Puli Indah, petani modern yang membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah akhir dari kreativitas, melainkan gerbang menuju inovasi.

Berawal dari Kegagalan, Berujung Inovasi NFT
​Perjalanan Rustam tidaklah mulus. Sebelum sukses dengan melon, ia berkali-kali menelan pil pahit kegagalan saat menanam semangka di lahan terbuka. Cuaca yang tak menentu dan kondisi tanah menjadi kendala utama. Namun, bagi Rustam, menyerah bukanlah pilihan.
​Ia mulai berkeliling daerah, belajar, dan riset mandiri hingga akhirnya menemukan jawaban pada sistem hidroponik modern bernama NFT (Nutrient Film Technique).

​”Tanah itu sekarang hanya tempat berpijak, bukan media tanam. Bertaninya pakai air dan nutrisi,” tegas Rustam dengan penuh keyakinan.

​Dengan sistem ini, air bernutrisi (AB Mix) dialirkan secara presisi ke akar tanaman melalui pipa paralon. Hasilnya? Efisiensi luar biasa. Di atas lahan seluas 242 meter persegi, Rustam mampu mengelola 700 tanaman melon yang tumbuh subur tanpa tergantung kesuburan tanah alami.

Primadona Thailand hingga Vietnam di Bumi Kediri
​Rustam tidak sekadar menanam melon biasa. Ia memilih varietas kelas dunia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Di dalam greenhouse-nya, pengunjung bisa menemukan:

Sweetnet Thailand yang terkenal manis.
​Honey Globe dan Sunny Vietnam yang juicy.
Varietas Lavender, Golden, hingga Luna yang menawarkan sensasi crunchy.

​Menariknya, rasa manis melon di Omah Melon Puli Indah bukan berasal dari stimulan kimia. “Manis itu bukan dari obat, tapi dari benih dan perawatan. Kalau petani sabar dan mau ‘ngobrol’ sama tanamannya, hasilnya pasti maksimal,” tambahnya sembari tersenyum.

Pertanian Berbasis Hati di Tengah Tantangan Listrik
​Meski teknologi mempermudah kerja petani, sistem NFT memiliki ketergantungan tinggi pada stabilitas listrik. Jika aliran air berhenti, tanaman bisa layu hanya dalam hitungan jam. Hal ini menuntut pengawasan ekstra dan ketelatenan tingkat tinggi.

​Bagi Rustam, bertani modern tetap membutuhkan sentuhan manusiawi. Kepekaan rasa dan kasih sayang terhadap tanaman tetap menjadi kunci utama kesuksesan panen yang rutin dilakukan setiap dua hingga tiga minggu sekali.

Omah Melon Puli Indah: Lebih dari Sekadar Kebun
​Kini, Omah Melon Puli Indah tidak hanya menjadi tempat produksi. Rustam membuka pintunya sebagai destinasi wisata edukasi pertanian. Anak-anak sekolah hingga masyarakat umum diajak melihat langsung proses tanam, merawat, hingga memahami mengapa melon hidroponik lebih sehat dan berkualitas.

​Tak hanya itu, Rustam juga menyediakan jasa pembuatan greenhouse dan instalasi sistem NFT bagi mereka yang ingin mengikuti jejaknya. Ia ingin virus “pertanian modern” ini menyebar luas.

​Pesan untuk Generasi Petani Masa Depan
​Di tengah ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem, Rustam yakin bahwa sistem greenhouse adalah masa depan pangan Indonesia. Pesannya bagi para petani lain sangat mendalam:
​”Jangan takut mencoba. Setiap masalah pasti punya solusi. Petani itu tugasnya belajar, sabar, dan terus bergerak,” pungkasnya.

​Dari Desa Pule, Rustam telah membuktikan bahwa bukan tanah yang menentukan keberhasilan, melainkan pikiran yang subur dan hati yang tekun.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *