Madiun,Montera.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kini menempatkan titik-titik rawan aktivitas warga sebagai prioritas pantauan patroli intensif selama bulan suci Ramadhan.
Langkah preventif ini diambil guna menyisir area yang sering dijadikan lokasi berkumpul atau “ngabuburit” oleh masyarakat, yang dinilai sangat membahayakan keselamatan jiwa sekaligus mengganggu kelancaran operasional kereta api.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa kecenderungan masyarakat berkumpul di area jalur KA meningkat drastis saat momen setelah sahur dan menjelang berbuka, terlebih pada masa libur sekolah.
”Kami mengingatkan kembali bahwa jalur kereta api bukanlah tempat untuk beraktivitas selain kepentingan operasional. Area tersebut merupakan zona bahaya yang harus steril dari kerumunan,” tegas Tohari pada Kamis (26/2/2026).
Aturan Hukum dan Sanksi Berat Menanti
Larangan beraktivitas di sepanjang jalur rel bukan sekadar imbauan, melainkan amanat Undang-Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Berdasarkan Pasal 181 ayat (1), masyarakat dilarang berada di ruang manfaat jalur KA, menyeret barang di atas rel, hingga menggunakan jalur untuk kepentingan lain.
Sanksi bagi pelanggar aturan ini sangat serius. Sesuai Pasal 199 UU No. 23/2007, pelaku dapat dikenakan sanksi pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp 15.000.000.
Langkah Preventif: Edukasi dan Kolaborasi
Selain meningkatkan frekuensi patroli rutin di titik-titik rawan, KAI Daop 7 Madiun juga menginstruksikan personel keamanan untuk:
Sosialisasi Aktif: Mengedukasi warga di sekitar jalur rel, sekolah, dan komunitas mengenai risiko fatal kecelakaan kereta api.
Kolaborasi Masyarakat: Mengajak warga untuk segera melapor kepada petugas jika melihat aktivitas mencurigakan atau membahayakan di sepanjang rel.
Keselamatan Perjalanan KA Adalah Prioritas
Menjelang masa angkutan Lebaran yang padat dengan frekuensi perjalanan kereta yang bertambah, KAI berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa harus mengambil risiko di jalur kereta.
”Kami ingin menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman dan tertib. Mari jadikan keselamatan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama dengan menaati aturan yang berlaku,” pungkas Tohari.(Dan/Ali)







