KAI Daop 7 Madiun Sosialisasikan Keselamatan KA ke Siswa MIS Al Fattah Nganjuk, Dorong Generasi Muda Jadi Agen Perubahan  

Nganjuk,Montera.co.id—PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api, kali ini menyasar generasi muda di Madrasah MIS Al Fattah Nganjuk. Kegiatan yang digagas oleh Tim Humas dan Tim Pengamanan (PAM) Daop 7 Madiun diikuti oleh kurang lebih 150 murid, beserta Kepala Sekolah M. Munir Utama, S.Pd., M.Pd.I., dan jajaran dewan guru dengan antusiasme tinggi.

Edukasi Sebagai Investasi Jangka Panjang

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menekankan bahwa edukasi kepada pelajar merupakan langkah strategis dan investasi jangka panjang untuk membangun budaya keselamatan perkeretaapian di masa depan. “Pelajar adalah agen perubahan keselamatan. Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik. Tindakan sekecil apa pun di jalur KA—seperti bermain atau melempar batu—dapat berdampak fatal bagi keselamatan nyawa orang banyak,” jelasnya.

Materi Lengkap: Transformasi hingga Bahaya Vandalisme

Dalam sesi materi, Tim Humas menyampaikan tentang transformasi KAI serta inovasi layanan terkini yang dirancang untuk menarik minat generasi muda menggunakan transportasi publik. Sementara itu, Tim Pengamanan memberikan edukasi secara tegas mengenai beberapa poin penting:

– Larangan Aktivitas di Jalur KA: Tidak bermain di sekitar atau sepanjang jalur, tidak berfoto selfie, tidak menerbangkan layang-layang, dan tidak menaruh benda asing di atas rel.

– Bahaya Pelemparan KA: Risiko kerusakan sarana serta ancaman luka serius bagi penumpang dan petugas.

– Keamanan di Perlintasan Sebidang: Tata cara melintas yang aman dengan prinsip “Berhenti, Tengok Kanan-Kiri, Aman, Jalan”.

– Dampak Negatif Vandalisme: Aksi corat-coret atau perusakan fasilitas bukan sekadar kenakalan remaja, melainkan tindakan yang mengganggu operasional KA.

Ratusan Siswa Berkomitmen Jaga Keamanan Jalur KA

Acara diakhiri dengan pembacaan Janji Komitmen Siswa, di mana ratusan siswa beserta kepala sekolah dan guru berikrar secara serentak untuk tidak melakukan aksi vandalisme dan bersedia berperan aktif menjaga keamanan jalur kereta api di lingkungan mereka.

“Sinergi antara KAI dan institusi pendidikan adalah kunci. Dengan edukasi yang tepat, akan tercipta budaya disiplin di masyarakat. Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Tohari.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *