Kediri,Montera.co.id– Kabupaten Kediri resmi mencatatkan tinta emas dalam sejarah olahraga daerah. Dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025, kontingen Kabupaten Kediri berhasil menduduki peringkat 11, naik satu tingkat dari pencapaian sebelumnya.
Prestasi ini menjadi modal kuat bagi Pemkab Kediri untuk membidik target ambisius: menembus 5 besar pada 2027 dan menjadi tuan rumah di 2029.
Apresiasi Miliaran Rupiah untuk Para Pahlawan Olahraga
Sebagai bentuk penghormatan atas kerja keras para atlet, Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana menyerahkan secara simbolis reward dalam acara Pembubaran Kontingen yang digelar di Graha Lila Semesta, Ngasem, Selasa (23/12/2025).
Pemerintah Kabupaten Kediri menggelontorkan total bonus sebesar Rp2,407 miliar bagi para peraih medali. Rincian bonus yang diberikan meliputi:
Medali Emas: Rp30 juta
Medali Perak: Rp15 juta
Medali Perunggu: Rp10 juta
(Nilai di atas untuk kategori perorangan, dengan penyesuaian poin untuk kategori beregu).
”Reward ini adalah bukti keseriusan kami dalam membangun prestasi olahraga. Saya ingin seluruh cabor terpacu menyumbang lebih banyak medali di 2027. Target 5 besar adalah langkah awal sebelum kita menjadi tuan rumah pada 2029 mendatang,” tegas Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut.
Tiga Cabor Unggulan Jadi Pendulang Medali
Sepanjang gelaran Porprov IX di Malang Raya, Kabupaten Kediri berhasil membawa pulang total 91 medali. Terdapat tiga cabang olahraga (cabor) yang menjadi primadona dan penyumbang prestasi terbesar, yakni:
Pordasi (Kuda Pacu)
Tarung Derajat
IBCA MMA
Keberhasilan cabor-cabor ini dinilai sebagai bukti bahwa pembinaan atlet lokal mulai membuahkan hasil. Bemby Oktafiyu, atlet berkuda dari Pordasi, mengaku bangga atas dukungan penuh pemerintah.
“Senang sekali, reward ini akan saya manfaatkan untuk perlengkapan dan persiapan menyambut kompetisi berikutnya,” ujarnya.
Strategi KONI Menuju Porprov 2027 dan 2029
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, menegaskan bahwa kenaikan peringkat ini bukanlah hasil instan. Pihaknya kini tengah menyusun peta jalan (roadmap) jangka panjang agar prestasi atlet tetap stabil dan meningkat.
”Target Mas Bupati jelas, 5 besar di 2027. Kami akan fokus menjaga agar atlet lokal tidak pindah ke daerah lain dan memperkuat cabor terukur seperti renang dan atletik. Mulai 2026, beberapa cabor baru juga akan masuk dalam program pembinaan,” jelas Hakim.
Dengan penutupan Porprov IX Jatim 2025 ini, Kabupaten Kediri resmi memulai persiapan menuju level yang lebih tinggi. Dukungan finansial yang kuat serta manajemen pembinaan yang terencana diharapkan mampu membawa “Bumi Panjalu” menjadi kekuatan baru olahraga di Jawa Timur.(Dan/Ali)







