Kediri,Montera.co.id– Memasuki awal tahun 2026, kabar baik sekaligus tantangan menyelimuti komoditas pangan di Kota Kediri. Harga cabai yang sebelumnya sempat melambung tinggi, kini mulai merosot tajam. Di sejumlah pasar tradisional, salah satunya Pasar Setono Betek, harga cabai kini dibanderol di angka Rp50.000 per kilogram.
Penurunan ini tergolong signifikan mengingat sebelumnya harga cabai sempat menyentuh angka Rp90.000 per kilogram. Meski harga lebih terjangkau bagi konsumen, kondisi ini justru membawa dilema tersendiri bagi para pedagang.
Penyebab Harga Turun: Stok Melimpah di Pasaran
Menurut para pedagang, tren penurunan harga ini terjadi secara berangsur dalam beberapa hari terakhir. Faktor utamanya adalah pasokan barang yang mulai melimpah di pasaran, sehingga keseimbangan harga kembali normal.
”Sebelumnya sampai Rp90 ribu, sekarang sudah Rp50 ribu per kilo. Stoknya memang lagi banyak di pasar,” ujar Hariyana, salah satu pedagang di Pasar Setono Betek, Senin (5/1/2026).
Ironi Penjualan: Harga Murah, Omzet Justru Anjlok 50 Persen
Uniknya, turunnya harga cabai tidak serta-merta meningkatkan volume penjualan. Hariyana mengaku justru mengalami penurunan omzet yang cukup drastis. Saat harga cabai sedang mahal, ia mampu menjual hingga 3 kilogram per hari. Namun, saat harga turun seperti sekarang, ia hanya mampu menjual separuhnya saja.
Ia menduga fenomena ini disebabkan oleh berkurangnya aktivitas warga di awal tahun.
”Mungkin karena awal tahun warga mulai mengurangi konsumsi. Beda kalau akhir tahun kemarin, banyak kegiatan dan acara yang membutuhkan cabai dalam jumlah besar,” tambahnya.
Selain itu, Hariyana menilai banyak tempat usaha kuliner yang belum sepenuhnya beroperasi normal pasca-libur panjang, sehingga permintaan dari sektor tersebut masih terpantau landai.
Respon Konsumen: Membantu Dapur Tetap Ngebul
Di sisi lain, turunnya harga ini disambut baik oleh para ibu rumah tangga. Suiyatmi, warga Jamsaren yang rutin berbelanja di Pasar Setono Betek, mengaku merasa terbantu dengan harga yang relatif stabil di awal tahun ini.
”Tadi beli cabai merah dan hijau, sama tomat juga untuk masak di rumah. Harganya sekarang lebih stabil, jadi sangat membantu buat belanja kebutuhan dapur sehari-hari,” ungkap Suiyatmi.
Strategi Pedagang Menghindari Kerugian
Guna menyiasati penurunan daya beli hingga 50 persen tersebut, para pedagang terpaksa mengambil langkah preventif.
Mereka memilih untuk mengurangi stok harian yang disediakan di lapak. Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko kerugian akibat cabai yang membusuk jika tidak laku terjual dalam sehari.
Kondisi pasar di Kota Kediri diprediksi akan kembali normal seiring dengan kembali aktifnya seluruh pelaku usaha dan perkantoran setelah masa transisi libur awal tahun berakhir.(Dan/Ali)







