Harga Ayam Potong Kediri Naik – Omzet Pedagang Turun 50 Persen, UMKM dan Ibu Rumah Tangga Merasakan Beban

Kediri,Montera.co.id–Harga Ayam Potong Kediri Naik – Omzet Pedagang Tu Sejak satu pekan terakhir, harga daging ayam potong di berbagai pasar tradisional Kota Kediri, Jawa Timur, mengalami kenaikan yang membuat pedagang dan konsumen mengeluhkan. Kenaikan yang terjadi secara bertahap ini tidak hanya menyentuh daya beli masyarakat, tetapi juga membuat pendapatan para pedagang terpuruk.

Harga Melonjak dari Rp32.000 ke Rp34.000 per Kg

Di Pasar Pahing, salah satu pusat perdagangan daging ayam di kota ini, harga yang semula berkisar Rp32.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp34.000 per kilogram. Rosmini, salah satu pedagang di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa kenaikan ini sudah terasa sejak minggu lalu dan disebabkan oleh beberapa faktor.

“Penyebabnya kemungkinan karena harga pakan ayam yang naik. Selain itu, adanya pengaruh dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan kembali,” jelasnya saat ditemui pada Kamis (22/1/2026).

Omzet Merosot, Persaingan Ketat dan Pasca-Libur Jadi Tambahan Beban

Dampak langsung dari kenaikan harga terasa pada volume penjualan. Rosmini mengaku, jika pada kondisi normal ia mampu menjual hingga 40 kilogram per hari, kini jumlahnya hanya tinggal 20 hingga 25 kilogram saja – penurunan hingga 50 persen.

Selain faktor harga, persaingan usaha yang semakin ketat juga menjadi salah satu penyebab sepinya pembeli di pasar induk. “Sekarang banyak kios pemotongan ayam yang berjualan langsung di jalan-jalan desa atau wilayah lain. Persaingan semakin ketat, sehingga pembeli yang datang ke pasar berkurang,” tambahnya.

Kondisi pasca-libur panjang juga dinilai membuat masyarakat mulai mengerem pengeluaran harian setelah menghabiskan biaya besar selama liburan.

Pelaku UMKM dan Ibu Rumah Tangga Merasakan Beban

Kenaikan harga tidak hanya memusingkan pedagang pasar, tetapi juga para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) penjual makanan. Hasan, penjual nasi goreng dari Ngronggo, mengaku sangat terbebani karena bukan hanya ayam yang naik harganya.

“Sangat memberatkan bagi kami penjual nasi goreng. Masalahnya bukan hanya ayam potong yang naik, mau nakkan harga nasi goreng takut tidak ada pembelinya. Kondisi ini semakin berat karena semua lauk pauk lain juga ikut mahal,” keluhnya.

Kesulitan serupa juga dirasakan Dhalia, seorang ibu rumah tangga di Batam yang juga merasakan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok. “Ikan mahal, telur juga mahal. Jadi sama saja, semuanya naik secara bersamaan,” ucapnya dengan kesusahan.

Harapkan Intervensi Pemerintah untuk Stabilisasi Harga

Para pedagang dan pelaku usaha kecil berharap Pemerintah Kota Kediri melalui dinas terkait segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga di pasaran. Jika tren kenaikan terus berlanjut tanpa intervensi, dikhawatirkan kerugian pedagang akan semakin membengkak dan daya beli masyarakat akan semakin terpuruk.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *