Kediri,Montera.comid-– Suasana mencekam menyelimuti Kelurahan Banjarmlati, Kota Kediri, pada Jumat sore (3/4/2026). Hujan deras disertai angin kencang dan sambaran petir yang menggelegar tiba-tiba menerjang pemukiman warga, menyebabkan kerusakan parah pada puluhan rumah dan infrastruktur. Salah satu korban terdampak, Suruno (warga RT 01 RW 05), harus rela melihat atap rumahnya hilang diterjang badai, memaksanya menjual cincin emas demi perbaikan darurat.

Detik-Detik Mencekam: Atap Spandek Melayang Ditelan Angin
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.20 WIB. Suruno menceritakan bahwa bencana datang begitu cepat sesaat setelah ia selesai bekerja. Suara petir yang sangat keras menjadi pertanda awal sebelum angin kencang menyapu habis bagian atas rumahnya.
“Kemarin itu petirnya besar sekali. Saya langsung naik ke atas, ternyata atap spandek itu sudah melayang semua. Hilang dibawa angin,” kenang Suruno dengan nada getir.
Bukan hanya satu titik, embusan angin kencang merobek atap di dua sisi rumahnya. Area selatan seluas 3×4 meter dan sisi utara 2×8 meter kini terbuka tanpa pelindung, membuat air hujan leluasa masuk menggenangi isi rumah. Ini merupakan pukulan kedua bagi Suruno, setelah seminggu sebelumnya tendanya nyaris hancur saat acara reuni keluarga.
Kisah Haru: Jual Cincin Emas Demi Atap Darurat
Di tengah keterbatasan ekonomi, Suruno menunjukkan ketangguhan sebagai kepala keluarga. Dengan total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp15 juta, ia tidak tinggal diam menunggu bantuan. Demi mencegah keluarganya terus kehujanan, ia terpaksa merelakan satu-satunya aset berharga yang dimiliki.
“Tadi saya habis belanja material Rp2 juta. Itu dapatnya dari jual cincin, ya punya cincin kecil dijual untuk cari modal perbaikan,” tuturnya lirih sambil menunjuk tumpukan puing di rumahnya yang kini hanya ditutup terpal seadanya.
Suruno berharap Pemerintah Kota Kediri melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dapat segera menyalurkan bantuan material atap. “Saya sebagai warga Kediri mohon secepatnya dibantu, biar air tidak masuk lagi,” pintanya.
Data BPBD: 13 Titik Terdampak, Pohon Tumbang Tutup Jalan
Menanggapi kejadian ini, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, mengonfirmasi bahwa cuaca ekstrem tersebut berdampak luas. Sedikitnya ada 13 titik di wilayah Kota Kediri yang terdampak, meliputi Jalan Raung, Sersan Suharmaji, Perintis Kemerdekaan, Urip Sumoharjo, Ronggo Jali 2, Guyangan, Menur, Lapangan Sepakbola Manisrenggo, dan Gang Setono (Banjarmlati).
“Pohon tumbang dan dahan patah sempat menutup akses jalan, baik sebagian maupun total, sehingga mengakibatkan kemacetan panjang. Kejadian ini juga mengganggu jaringan listrik dan kabel optik di beberapa lokasi,” terang Joko.
Sebagai respons cepat, BPBD mengerahkan dua tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk asesmen dan penanganan darurat. Koordinasi lintas sektor juga dilakukan bersama PLN, Damkar, Polres Kediri Kota, dan Dinas Lingkungan Hidup untuk percepatan pemulihan.
Kendala di Lapangan dan Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Dalam proses evakuasi, petugas menghadapi sejumlah kendala, termasuk pohon yang masih tersangkut kabel listrik bertegangan tinggi dan minimnya penerangan akibat padamnya lampu jalan. Hingga Sabtu (4/4), sebagian besar akses jalan telah normal, namun beberapa titik berisiko tinggi masih dalam penanganan intensif.
“Beberapa titik masih dalam proses karena kondisi pohon yang masih menopang di kabel listrik. Sementara itu, sebagian warga terdampak ringan telah melakukan perbaikan mandiri,” jelas Joko.
Joko mengingatkan bahwa potensi hujan disertai angin lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan sesuai peringatan dini cuaca ekstrem periode awal April 2026.
“Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Hindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan dan angin kencang. Waspadai kabel listrik yang menjuntai dan segera laporkan kejadian darurat kepada pihak terkait,” pesannya.
Pasca kejadian, Wakil Wali Kota Kediri bersama Pj Sekretaris Daerah telah meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan bantuan segera disalurkan dan penanganan berjalan optimal.(Dan/Ali)







