Kediri,montera.co.id– Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menegaskan bahwa kunci utama perbaikan jalan menjelang mudik Lebaran 1447 H bukan sekadar menambal lubang, melainkan memperbaiki sistem drainase. Langkah ini diambil untuk mencegah kerusakan berulang akibat genangan air yang kerap merusak struktur aspal.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, mengungkapkan bahwa aspal maupun cor sangat rentan hancur jika tergenang air lebih dari enam jam.
“Jalan kalau sudah tergenang air pasti rusak. Makanya, di titik-titik yang kami perbaiki, tim juga diminta menangani drainase sekitarnya agar tidak muncul genangan lagi,” tegas Irwan, Senin (2/3/2026).
Enam Tim Teknis Bergerak Serentak
Untuk mengejar target fungsionalitas jalan sebelum arus mudik memuncak, Dinas PUPR menerjunkan enam tim sekaligus yang menyebar ke berbagai wilayah. Strategi ini dilakukan guna memastikan instruksi Bupati Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) agar jalan berlubang tuntas sebelum H-7 Lebaran dapat tercapai.
“Seperti hari ini, dua tim bergerak serentak untuk penanganan ruas Pagu-Bogo dan Badas-Kunjang. Besok lanjut ke ruas Bogo-Kunjang,” jelas Irwan.
Prioritas Jalur Poros dan Penghubung Antarkota
Mengingat intensitas hujan yang masih tinggi sejak awal tahun, perbaikan difokuskan pada jalur-jalur poros yang menjadi akses utama pemudik menuju perbatasan wilayah lain. Beberapa ruas prioritas yang sedang ditangani meliputi:
Ruas Gurah – Pagu hingga perbatasan Jombang.
Ruas Pare – Papar.
Ruas Wates hingga perbatasan Kota Kediri.
Penanganan dilakukan dengan metode penambalan menggunakan lapen (lapis penetrasi) maupun hotmix, tergantung kondisi kerusakan di lapangan.
Daftar Ruas Jalan yang Telah Dikerjakan
Hingga awal Maret 2026, Dinas PUPR Kabupaten Kediri mencatat sejumlah ruas jalan yang telah berhasil diperbaiki, antara lain:
Mojokerep – Purwoasri dan Kras – Kanigoro.
Sambirejo – Sumberejo dan Wates – Plosoklaten.
Tertek – Siman dan Kranding – Petungroto.
Wonosari – Bulupasar dan Gurah – Pagu.
Karangdinoyo – Puncu dan Kranggan – Plosoklaten.
Pemerintah menjamin bahwa penanganan darurat ini akan terus dikebut hingga hari raya, dan akan dilanjutkan dengan pemeliharaan rutin secara menyeluruh setelah masa lebaran usai.(Dan/Ali)







