Kediri,Montera.co.id– Sektor perikanan budidaya di Kabupaten Kediri terus menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Berdasarkan data terbaru, nilai transaksi produksi benih ikan air tawar di wilayah ini mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2025, mencapai angka fantastis yakni Rp1.764.240.000.000 (Rp1,76 triliun).
Capaian ini melampaui catatan tahun 2024 yang berada di angka Rp1,757 triliun. Tren positif ini memicu optimisme Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perikanan untuk memacu produktivitas lebih tinggi lagi di sepanjang tahun 2026.
Ikan Lele Jadi Primadona, Raup Transaksi Rp1,39 Triliun
Dominasi komoditas tertentu menjadi kunci meledaknya angka transaksi ini. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, mengungkapkan bahwa ikan lele tetap menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan para pembudidaya.
”Produksi benih ikan lele mencapai 13.986.500.000 ekor dengan harga rata-rata Rp100 per ekor. Total nilai transaksinya saja menyentuh Rp1.398.650.000.000,” terang Nur Hafid.
Tingginya angka ini membuktikan bahwa permintaan pasar terhadap benih lele asal Kediri masih sangat kuat, baik untuk kebutuhan lokal maupun pengiriman ke luar daerah.
Rincian Produksi Benih Ikan Air Tawar Kediri 2025
Selain lele, beberapa jenis ikan air tawar lainnya juga memberikan kontribusi besar terhadap total produksi benih yang mencapai 21,7 miliar ekor. Berikut adalah rincian capaian produksi per jenis ikan:
Ikan Nila: Produksi 3,47 miliar ekor, nilai transaksi Rp121,77 miliar.
Ikan Gurame: Produksi 145,1 juta ekor (harga satuan tertinggi Rp900/ekor), nilai transaksi Rp130,59 miliar.
Ikan Mas: Produksi 2,12 miliar ekor, nilai transaksi Rp63,85 miliar.
Ikan Tawes: Produksi 1,97 miliar ekor, nilai transaksi Rp49,25 miliar.
Target 2026: Fokus Kualitas dan Mitigasi Cuaca
Menghadapi tahun 2026, Nur Hafid menyatakan optimisme bahwa angka ini akan terus bertumbuh. Strategi utama yang akan dijalankan adalah melalui pembinaan intensif dan pendampingan teknis agar pembudidaya menghasilkan benih yang lebih berkualitas (grade unggul).
Namun, ia juga memberikan peringatan penting bagi para pembudidaya di lapangan. “Kami terus mengajak pembudidaya untuk semakin produktif. Yang tidak boleh dilupakan adalah menjaga kebersihan kolam demi kesehatan benih serta tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem,” pungkasnya.
Dengan total produksi yang masif ini, Kabupaten Kediri semakin mengukuhkan posisinya sebagai “lumbung” benih ikan air tawar di Jawa Timur.(Dan/Ali)







