Estafet Kemanusiaan: Hari Terpilih Pimpin FPRB Kabupaten Kediri Periode 2025-2029

Kediri,Montera.co.id– Estafet kepemimpinan dalam upaya mitigasi bencana di Kabupaten Kediri resmi bergulir. Melalui Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar di bawah fasilitasi BPBD Kabupaten Kediri, Hari, seorang tokoh yang tidak asing lagi di dunia kebencanaan, terpilih menjadi Ketua Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kediri periode 2025-2029.

​Hari, yang merupakan pensiunan ASN dan mantan Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri pertama, terpilih secara musyawarah mufakat untuk menggantikan dr. Ari Purnomo Adi yang telah purna tugas.

Kolaborasi Strategis Hadapi Potensi Bencana

​Mubes yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, M. Solikin, ini berlangsung dinamis namun penuh kekeluargaan. Dalam arahannya, Sekda menekankan bahwa sinergi antara FPRB dan Pemerintah Daerah adalah harga mati, mengingat letak geografis Kediri yang dikelilingi potensi ancaman alam.

​”Kabupaten Kediri adalah wilayah dengan potensi bencana yang nyata. Kami berharap pengurus FPRB yang baru bisa berkolaborasi erat dengan pemerintah, terutama dalam mengejar target pengurangan risiko bencana,” ujar M. Solikin didampingi Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri, Stevanus Djoko Sukrisno.

Pengalaman Senior untuk Tantangan Baru
​Dipandu langsung oleh Sekjen FPRB Jawa Timur, Catur Sudarmanto (Mbah Darmo), proses pemilihan berjalan lancar. Terpilihnya Hari dinilai sebagai langkah strategis mengingat rekam jejaknya yang sangat memahami peta kerawanan di Bumi Panjalu.

​Menanggapi amanah tersebut, Hari menyatakan akan bergerak cepat. Langkah pertamanya adalah menyusun struktur kepengurusan yang solid serta melakukan review terhadap statuta dan aturan organisasi agar sejalan dengan tantangan zaman.

​”Potensi kerawanan kita memang cukup mengkhawatirkan. Ada Gunung Kelud yang sangat aktif di timur dan Gunung Wilis di barat. Ini akan menjadi fokus perhatian dalam rencana aksi kami ke depan, sesuai dengan Perda Kebencanaan yang telah ditetapkan,” tegas Hari.

Fokus pada Mitigasi dan Rencana Aksi
​Dengan nakhoda baru yang kenyang pengalaman, FPRB Kabupaten Kediri diharapkan tidak hanya menjadi wadah relawan, tetapi juga motor penggerak edukasi masyarakat. Ke depannya, forum ini akan lebih fokus pada langkah preventif agar dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin.

​Peralihan kepemimpinan ini menandai babak baru bagi kesiapsiagaan Kabupaten Kediri dalam menghadapi ketidakpastian alam, demi mewujudkan wilayah yang lebih tangguh dan aman bagi seluruh warganya.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *