Kasus Diabetes dan Hipertensi di Kediri Meningkat, Usia Produktif Jadi Sasaran
Kediri,Montera.co.id– Kebiasaan sederhana seperti menyeruput teh manis atau menyantap gorengan setiap hari ternyata menyimpan risiko besar bagi kesehatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri memperingatkan masyarakat bahwa pola makan tinggi Gula, Garam, dan Lemak (GGL) adalah “bom waktu” penyakit kronis yang kini mulai menyerang usia produktif.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Ika Tjandra Kusuma, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tren peningkatan penyakit tidak menular (PTM) di wilayahnya. Menurutnya, dampak dari pola makan buruk sering kali tidak disadari hingga kondisinya memburuk.
Penyakit Kronis Mengintai Usia Produktif
Berdasarkan data lapangan, diabetes melitus, hipertensi (darah tinggi), kolesterol tinggi, dan obesitas menjadi masalah kesehatan yang paling dominan di Kabupaten Kediri.
”Penyakit-penyakit ini saling berkaitan dan meningkatkan risiko stroke serta penyakit jantung. Mirisnya, sekarang semakin sering ditemui pada usia produktif,” jelas dr. Ika pada Sabtu (10/1/2026).
Ia menambahkan bahwa kerusakan organ seperti pembuluh darah, ginjal, jantung, hingga saraf terjadi secara perlahan dalam rentang waktu 5 hingga 10 tahun akibat akumulasi konsumsi GGL yang berlebihan.
Kenali Gejala Awal “Protes” Tubuh
Masyarakat diminta tidak menyepelekan tanda-tanda fisik saat tubuh mulai merasa tidak sehat. Beberapa gejala awal yang sering dianggap remeh antara lain:
Cepat merasa haus dan sering buang air kecil.
Mudah lelah dan sering pusing.
Kenaikan berat badan yang drastis.
Tengkuk dan kepala terasa berat.
”Sayangnya, banyak masyarakat yang baru sadar dan mencari pengobatan ketika kondisinya sudah berat, di mana biaya pengobatannya jauh lebih mahal,” tegasnya.
Rumus “4-1-5”: Batas Aman Konsumsi Harian
Untuk memudahkan masyarakat, dr. Ika memberikan panduan sederhana mengenai batas aman konsumsi GGL per orang per hari:
Gula: Maksimal 4 sendok makan.
Garam: Maksimal 1 sendok teh.
Lemak: Maksimal 5 sendok makan (termasuk minyak dalam gorengan).
Ia juga menyoroti bahaya minuman manis kemasan dan mi instan yang tinggi natrium namun rendah serat. Jika dikonsumsi rutin, makanan ini mempercepat risiko komplikasi kesehatan.
Langkah Kecil Menuju Hidup Sehat
Sebagai upaya pencegahan, Dinkes Kediri mendorong masyarakat melakukan perubahan dari lingkungan keluarga. Berikut langkah-langkah praktis yang disarankan:
Kurangi gula secara bertahap pada minuman harian.
Batasi gorengan dan beralih ke metode masak rebus atau panggang.
Perbanyak sayur dan buah sebagai sumber serat.
Cicipi makanan sebelum menambah garam.
Baca label gizi pada kemasan produk sebelum membeli.
”Perubahan kecil namun konsisten jauh lebih efektif. Orang tua juga harus menjadi contoh bagi anak-anak agar pola makan sehat ini terbawa hingga mereka dewasa,” tambah dr. Ika.
Dinkes Kabupaten Kediri menegaskan bahwa mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak hari ini adalah investasi jangka panjang agar tetap produktif tanpa ketergantungan pada obat-obatan di masa depan.(Dan/Ali)







