Kediri,Montera.co.id– Bukti nyata bahwa ketekunan mampu mengalahkan keterbatasan minat dan pengalaman ditunjukkan oleh Prima Wahyu Ari Wibowo (37). Warga Dusun Bandulan, Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri ini kini sukses menjadikan pembenihan lele sebagai sumber penghasilan utama keluarganya, meski awalnya mengaku tidak memiliki keahlian di bidang perikanan.
Menghidupkan Kembali Usaha Keluarga yang Terhenti
Langkah Prima terjun ke dunia budidaya ikan lele bukan bermula dari hobi, melainkan rasa tanggung jawab untuk meneruskan rintisan orang tuanya yang sempat mangkrak.
”Saya dulu memang tidak punya skill di perikanan dan juga tidak terlalu minat. Tapi karena orang tua sudah punya banyak indukan dan kolam, rasanya sayang kalau berhenti. Akhirnya saya kuatkan niat untuk meneruskan,” ungkap Prima saat ditemui di lokasi kolamnya, Sabtu (28/2/2026).
Inovasi Metode Striping: Dongkrak Omzet Puluhan Juta
Sejak fokus menekuni usaha ini pada 2023, Prima terus berinovasi. Ia meninggalkan cara manual dan beralih ke metode striping—teknik pengambilan telur indukan secara manual untuk meningkatkan produktivitas secara signifikan.
Berkat metode ini, hasil produksinya melonjak tajam. Saat ini, Prima mengelola empat kolam ukuran 1,5 x 4 meter yang mampu menampung hingga 50.000 bibit lele per kolam. Hasilnya pun menggiurkan; omzet yang didapat bisa mencapai puluhan juta rupiah dalam satu periode produksi.
Strategi Bertahan di Tengah Mahalnya Harga Pakan
Kesuksesan Prima bukan tanpa tantangan. Ia harus berhadapan dengan fluktuasi harga pakan yang seringkali tidak sebanding dengan harga jual bibit. Namun, manajemen yang tepat dan kerja sama dengan banyak pengepul menjadi kunci distribusinya tetap lancar.
”Harga pakan cenderung naik terus, sementara harga bibit belum tentu ikut naik. Jadi harus benar-benar dihitung supaya tetap untung,” jelasnya.
Target Ekspansi 15 Kolam Baru
Melihat prospek yang semakin cerah, Prima berencana menambah sekitar 15 kolam lagi untuk meningkatkan kapasitas produksi. Baginya, apa yang bermula dari keterpaksaan kini telah berubah menjadi ladang penghidupan yang sangat menjanjikan berkat kemauan untuk terus belajar dari sesama pembudidaya.(Dan/Ali)







