Hobi yang Dimulai dari Malang Tahun 2009 Kini Jadi Sumber Penghasilan Tambahan dan Pengobat Lelah Saat Bertugas
Kediri,Montera.co.id--Bermula-mula hobi, kini berjaya kembangkan perternakan, Sertu Supriyadi Babinsa Kelurahan Tinalan Kota Kediri membuka suara tentang perjalanan dirinya dalam membudidayakan burung kenari. Awalnya memulai hobi ini tahun 2009 saat masih tinggal di asrama di Malang, ilmu tentang ternak kenari yang didapatkan saat itu kemudian dikembangkan ketika ia bertugas di Kodim 08-09 Kediri mulai tahun 2020.
“Saya kembangkan biakan, Alhamdulillah berhasil sampai sekarang. Saat ini ada 12 pasang betina dengan sekitar 10 ekor pejantan,” ujarnya.
Untuk penjualan, Supriyadi memanfaatkan grup WhatsApp komunitas dan status pribadi. “Banyak teman yang menanyakan dan akhirnya datang langsung ke rumah untuk memilih serta membeli,” jelasnya.
HARGA BERBEDA TERGANTUNG USIA DAN WARNA
Harga burung kenari yang dijual bervariasi sesuai dengan usia dan kepekatan warna. Untuk burung anakan (usia 0 sampai 1 bulan) dibanderol antara 250 ribu hingga 350 ribu rupiah. Sedangkan untuk burung tembayan (usia 3 sampai 8 bulan) dijual dengan harga antara 500 ribu hingga 650 ribu rupiah.
Untuk burung pejantan, harganya bisa mencapai antara 850 ribu hingga 1,5 juta rupiah, dengan ketentuan semakin pekat warna merah pada bulu burung, maka harganya semakin mahal.
Dalam sebulan, Supriyadi mampu menjual minimal 10 hingga 15 ekor burung kenari dengan total pendapatan sekitar 3 sampai 3,5 juta rupiah. Pembeli dapat memilih sendiri burung yang diinginkan langsung di kandang.
KESULITAN DALAM PERAWATAN DAN PENGELOLAAN WAKTU
Salah satu kesulitan yang dihadapi adalah saat cuaca mendung atau hujan, karena burung kenari memerlukan paparan sinar matahari minimal setengah jam hingga satu jam setiap hari untuk menjaga kesehatan dan aktivitasnya.
Dalam mengatur waktu antara tugas sebagai babinsa dan perawatan ternak, Supriyadi menjelaskan bahwa ia memanfaatkan waktu senggang di sela-sela tugas pokoknya di Koramil 02 Pesantren. “Tugas utama sebagai TNI tetap menjadi prioritas, kemudian waktu luang digunakan untuk merawat kenari sebagai hobi sekaligus pengobat lelah,” katanya.
Pendapatan dari penjualan kenari juga dimanfaatkan untuk kebutuhan mobilitas seperti membeli bensin.
DANRAMIL MENDUKUNG USAHA KERJA SAMPINGAN BABINSA
Danramil Pesantren Kapten Dwi Agus Harianto menyatakan dukungannya terhadap usaha yang dilakukan oleh para babinsa. Menurutnya, kerja sampingan yang tidak mengganggu tugas pokok sangat dianjurkan, terutama untuk mempersiapkan masa pensiun.
“Kami mendukung para babinsa untuk mencari kerja sampingan atau mengembangkan bakat lain sebelum pensiun, sehingga memiliki lapangan kerja yang bisa menjamin kehidupan setelahnya. Sehingga ada kegiatan rutin sehari-hari mulai dari setelah sholat Subuh hingga menjelang Maghrib,” ucapnya.( Dan/Ali)







