HIDUPKAN ULAMBANA DENGAN KASIH: Klenteng Tjoe Hwi Kiong Kediri Tebar Sembako ke 15 Kelurahan

Kediri, Montera.co.id- Bulan ketujuh penanggalan Imlek selalu menjadi bulan bakti bagi umat Tri Dharma. Di Klenteng Tjoe Hwi Kiong Kediri, kesakralan Sembahyang Ulambana tak hanya berhenti di altar doa untuk arwah leluhur. Ia diwujudkan menjadi aksi nyata yang menyentuh warga, Selasa (8/9/2026).

Lewat tradisi Laku Bakti pada Leluhur, pengurus, umat, hingga simpatisan klenteng tertua di Kediri ini bergerak bersama menyalurkan ratusan paket sembako untuk warga prasejahtera di 15 kelurahan se-Kota Kediri.

Ketua Yayasan Tri Dharma Tjoe Hwi Kiong Kediri, Prayitno Sutikno, menegaskan tradisi ini adalah perwujudan hakikat Ulambana itu sendiri: menebar kasih tanpa sekat.

“Ulambana adalah tentang bakti. Selain mendoakan para arwah leluhur agar mendapat tempat terbaik, kami wajib melakukan laku bakti yang hidup. Tahun ini, wujudnya adalah pembagian sembako ke 15 kelurahan. Semua ini murni dari donasi tulus umat dan simpatisan untuk masyarakat luas, tanpa memandang latar belakang,” terang Prayitno.

Jangkauan bakti tahun ini begitu luas. Belasan wilayah yang disasar meliputi Kelurahan Pakelan, Pocanan, Setonogedong, Jamsaren, Ngadirejo, Burengan, Ringinanom, Setonopande, Banjaran, Kemasan, Jagalan, Kampung Dalem, Semampir, Balowerti, hingga Dandangan.

Potret indah toleransi terlihat di Kantor Kelurahan Setonogedong. Bantuan datang dari klenteng, diterima dengan tangan terbuka oleh pemerintah kelurahan, dan disambut antusias oleh warga muslim setempat.

Lurah Setonogedong, Muhamad, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi kepedulian lintas iman yang dijaga klenteng setiap tahun.

“Kami pastikan bantuan ini tepat sasaran. Kami utamakan warga Setonogedong yang betul-betul tidak mampu dan layak menerima, kami sesuaikan dengan data desil penerima manfaat. Alhamdulillah, pelaksanaan hari ini berjalan lancar dan warga sangat antusias,” ujar Muhamad.

Sinergi apik antara rumah ibadah, pemerintah, dan warga lintas iman ini kembali menjadi bukti. Kediri bukan hanya Kota Tahu, tapi kota yang teduh, toleran, dan kuat dalam semangat gotong royong.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *