Kediri,Montera.co.id–Isu regenerasi menjadi sorotan utama dalam Sarasehan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 yang digelar di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, Rabu (22/7/2026).
Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) sepakat, koperasi harus segera bertransformasi agar tidak ditinggalkan generasi muda.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan koperasi masih menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan. Data yang dipaparkan dalam sarasehan menunjukkan, tiga jenis koperasi masih menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kediri, yakni Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), koperasi simpan pinjam, dan Koperasi Unit Desa (KUD) dengan kontribusi mencapai Rp495 miliar hingga Rp496 miliar per tahun.
Angka yang besar. Namun di balik itu, ada pekerjaan rumah yang tidak kecil.
Tantangan Serius: Pelaku Koperasi Menua
Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, secara jujur menyoroti komposisi usia pelaku koperasi saat ini.
“Dari forum tadi saya melihat rata-rata pelaku koperasi usianya sudah di atas 40 tahun. Ini menjadi tantangan ke depan. Kita harus memikirkan bagaimana generasi di bawah 40 tahun bisa tertarik masuk ke dunia koperasi,” kata Mas Dhito di hadapan peserta sarasehan.
Menurutnya, tanpa regenerasi, koperasi akan kesulitan bersaing. Padahal, dalam program Asta Cita pemerintah pusat, koperasi ditempatkan sebagai salah satu motor utama penggerak ekonomi rakyat.
Mas Dhito juga mengingatkan agar koperasi tidak terjebak pada pola lama. Inovasi dan adaptasi teknologi menjadi kunci.
“Saya berharap koperasi tidak stagnan, tetapi terus berkembang mengikuti perubahan. Saya optimistis di bawah kepemimpinan Pak Buat Santoso, koperasi di Kabupaten Kediri bisa terus maju,” ujarnya.
Dekopinda Siapkan Jurus Jemput Bola Anak Muda
Menjawab arahan tersebut, Ketua Dekopinda Kabupaten Kediri, Buat Santoso, mengaku siap tancap gas.
Pihaknya akan menyiapkan program khusus untuk merangkul generasi di bawah 40 tahun agar mau mengenal dan terlibat aktif di koperasi.
“Sesuai arahan Mas Bupati, kami ingin koperasi tidak hanya diminati generasi tua. Kami akan mengundang generasi muda untuk diberikan pelatihan dan pemahaman mengenai koperasi sebagai lembaga ekonomi kerakyatan,” jelas Buat.
Keterlibatan anak muda dinilai krusial. Bukan hanya soal regenerasi kepemimpinan, tapi juga soal kemampuan koperasi beradaptasi dengan model bisnis baru dan perkembangan teknologi digital.
Selain menyasar anak muda, Dekopinda juga akan memperkuat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Fokusnya adalah pelatihan tata kelola koperasi yang sehat, transparan, dan berdaya saing.
“KDMP juga akan kami libatkan. Kami ingin memberikan pelatihan bagaimana mengelola koperasi yang sehat dan memiliki daya saing sehingga mampu berkembang bersama koperasi-koperasi lainnya,” imbuhnya.
Bukan Sekadar Seremonial
Buat menegaskan, peringatan Harkopnas tahun ini tidak boleh berhenti sebagai acara seremonial belaka. Tema tahun ini, “Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya”, harus menjadi momentum evaluasi dan konsolidasi gerakan koperasi.
“Kami mengapresiasi dukungan Bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi gerakan koperasi untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sarasehan ini menjadi pembuka rangkaian Harkopnas ke-79 di Kabupaten Kediri. Setelah ini, rangkaian akan dilanjutkan dengan pameran UMKM, edukasi perkoperasian, hingga jalan sehat bersama masyarakat.(Dan/Ali)







