Kediri,Montera.co.id– Isu pemindahan Raja Murah (RJM) dari kawasan Simpang Lima Gumul bikin resah. Pedagang Pasar Ikan Hias dan Kuliner SLG, Desa Sumberjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, cemas lapak yang sudah dirintis dari nol itu kembali sepi.
Kecemasan itu yang mendorong Paguyuban Pasar Ikan Hias dan Kuliner Gumul bersurat resmi ke Pimpinan DPRD Kabupaten Kediri. Surat permohonan audiensi dilayangkan Senin, 20 Juli 2026.
RJM Adalah Magnet Pengunjung
Bagi pedagang, keberadaan RJM bukan sekadar tetangga jualan. RJM adalah magnet utama yang menarik arus pengunjung ke Pasar Ikan Hias Gumul.
Jika RJM dipindah, efek domino yang ditakutkan adalah anjloknya kunjungan pembeli.
Ketua Paguyuban Pasar Ikan Hias dan Kuliner Gumul, Sarjana, S.T., mengatakan audiensi ini adalah ikhtiar untuk menjaga perut para pelaku UMKM.
“Kami mengajukan surat ke dewan untuk meminta audiensi terkait keberadaan kami, para pedagang Pasar Ikan Hias. Kebetulan ini ada masalah dengan RJM. Keberadaan RJM itu sebenarnya sangat membantu sekali untuk menarik pembeli ke arah pasar kita,” ujar Sarjana.
Ia berharap ada solusi yang menenangkan semua pihak.
“Harapan kami semua teman-teman pedagang di Pasar Ikan Hias, semoga ada aura positif dan jalan keluar terbaik untuk masalah ini,” imbuhnya.

Merintis dari Sesak, Tak Ingin Mulai dari Nol Lagi
Keresahan itu diamini Bang Timo, pedagang ikan hias di Pasar Gumul. Ia masih ingat betul bagaimana kawasan itu dirintis dalam kondisi serba terbatas.
“Kami dulu membuka lapak di sini dalam kondisi yang sangat sesak dan terbatas. Pernah ada skema dari Dinas Perikanan untuk meramaikan pasar ini, dan keberadaan pengunjung memang sangat terasa. Kalau tiba-tiba ada isu pemindahan sepihak, jelas tidak fair bagi kami,” kata Bang Timo.
Bagi mereka, pindah bukan sekadar geser lapak. Artinya harus mengulang perjuangan dari titik nol, dengan risiko dapur rumah tangga jadi taruhannya.
“Harapan kami sederhana. Tugas kami di sini hanya ingin jualan dengan lancar, pengunjung tidak dipersulit, dan situasi tetap kondusif. Kalau ada masalah, mari dibicarakan baik-baik, cari solusi yang tidak menyakiti satu sama lain,” tegasnya.
5 Tuntutan Pedagang ke DPRD Kediri
Dalam surat bernomor 003/PIHK/VII/2026 yang ditandatangani Sarjana, S.T., ada lima poin aspirasi yang dibawa ke Gedung DPRD Kabupaten Kediri:
1. Kepastian Lokasi: Memperkuat status Pasar Ikan Hias Gumul sebagai sentra perdagangan ikan hias utama di Kabupaten Kediri.
2. Strategi Ramai Pengunjung: Mendorong promosi, event rutin, dan kolaborasi lintas sektor untuk mendongkrak kunjungan.
3. Pembenahan Fasilitas: Pengembangan sarana prasarana demi kenyamanan pedagang dan pembeli.
4. Pemberdayaan UMKM: Penguatan daya saing pembudidaya dan pedagang lokal.
5. Solusi Berkelanjutan: Pembahasan menyeluruh atas kendala lapangan agar SLG tetap menjadi destinasi ekonomi kreatif dan wisata keluarga unggulan.
Kini bola ada di tangan wakil rakyat. Para pedagang kecil Gumul hanya menunggu pintu ruang audiensi DPRD dibuka, untuk mendengar langsung jeritan mereka yang menggantungkan hidup dari serok dan akuarium.(Dan/Ali)







