Lupa Matikan Tungku hingga Sampah Merembet: Tiga Kebakaran Landa Kediri dalam 24 Jam

Lupa Matikan Tungku hingga Sampah Merembet: Tiga Kebakaran Landa Kediri dalam 24 Jam
Ilustrasi penanganan darurat oleh petugas pemadam kebakaran menyusul rentetan tiga insiden kebakaran yang terjadi di Kediri dalam waktu 24 jam.

Kediri,Wartapanjalu.com— Kebiasaan sepele seperti membakar sampah sembarangan dan kelalaian saat beraktivitas di dapur kembali memicu deretan musibah kebakaran di wilayah Kabupaten Kediri. Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam pada Minggu hingga Senin (19–20 Juli 2026), tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Kediri harus berjibaku memadamkan si jago merah di tiga lokasi berbeda.

​Tercatat, kobaran api menghanguskan area lahan tebu, dapur rumah warga, hingga gudang penampungan barang bekas (rosok). Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam rentetan insiden ini, total kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Di sisi lain, ketanggapan petugas dan warga berhasil menyelamatkan aset bernilai ratusan juta rupiah dari ancaman kepungan api.

​1. Lupa Matikan Tungku Kayu Saat Ditinggal, Rumah Warga Ngasem Terbakar
​Insiden pertama menimpa sebuah rumah tinggal milik Roib Fahrurozi (45) di RT 08 RW 02 Dusun Joho, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Minggu (19/7/2026) sore sekitar pukul 17.31 WIB.

​Peristiwa bermula saat pemilik rumah sedang memasak air menggunakan tungku kayu tradisional. Namun, karena hendak berkunjung ke rumah orang tuanya, ia terburu-buru pergi dan lupa memadamkan bara api pada tungku tersebut.

​Bara api yang masih menyala kemudian merembet ke tumpukan kayu bakar serta benda-benda mudah terbakar di sekelilingnya. Dengan cepat, api membesar dan membakar bangunan dapur seluas kira-kira 6×12 meter persegi.

​Mendapat laporan warga bernama Marsum pada pukul 17.10 WIB, Tim Damkar Pos Grogol bergerak cepat dalam hitungan dua menit. Mengirimkan satu unit armada 5.000 liter yang didukung armada Damkar Kota Kediri, api berhasil dipadamkan total pada pukul 18.48 WIB.

​Kerugian materiil akibat kebakaran dapur ini diperkirakan mencapai Rp20 juta. Beruntung, respon cepat petugas berhasil melokalisir kobaran api sehingga bangunan utama rumah senilai kurang lebih Rp150 juta berhasil diselamatkan.

2. Pembakaran Sampah Bikin Lahan Tebu di Doko Hangus Merembet
​Hanya beberapa jam sebelum kebakaran rumah di Sumberejo, kebakaran juga melanda lahan tebu seluas 700 meter persegi milik Diah di RT 19 RW 04 Dusun Sumber, Desa Doko, Kecamatan Ngasem, Minggu (19/7/2026) siang.

​Saksi mata menyebutkan, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi lahan. Cuaca terik yang menyengat dipadu hembusan angin kencang membuat percikan api dengan cepat menyambar dedaunan tebu yang kering.

​Menerima laporan dari Amin Wicaksono pada pukul 14.06 WIB, Pos Damkar Grogol langsung mengerahkan 5 personel beserta 1 unit armada 5.000 liter. Petugas tiba di lokasi pukul 14.30 WIB dan membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memastikan seluruh titik api padam total.

​Akibat kejadian ini, kerugian pemilik lahan ditaksir sekitar Rp8 juta, sementara potensi tanaman tebu di sekitarnya senilai Rp50 juta berhasil diselamatkan.

​3. Dini Hari Membara, Gudang Plastik di Pagu Dilalap Api
​Aksi si jago merah belum berhenti. Pada Senin (20/7/2026) dini hari sekitar pukul 04.13 WIB, giliran gudang penyimpanan barang bekas (rosok) milik Khoiri di RT 27 RW 06 Dusun Jaten, Desa Pagu, Kecamatan Wates yang membara.

​Penyebabnya tak jauh berbeda: sisa pembakaran sampah yang berada dekat gudang belum padam sepenuhnya. Bara api kemudian merembet ke tumpukan limbah plastik bekas. Sifat material plastik yang sangat mudah terbakar membuat kobaran api membumbung tinggi dan membesar dengan cepat.

​Laporan diterima dari seorang warga bernama Linda pada pukul 03.54 WIB. Mengingat material yang terbakar adalah bahan plastik yang butuh penanganan ekstra, Tim Damkar menerjunkan total 14 personel gabungan dari Pos Ngadiluwih, Pos Pare, serta bantuan armada Damkar Kota Kediri dengan total 4 unit mobil pemadam.

​Proses pemadaman dan pendinginan (cooling down) berlangsung marathon hingga pukul 07.00 WIB pagi. Meskipun pemilik gudang menderita kerugian sekitar Rp10 juta, kesigapan petugas berhasil mengamankan tumpukan material rosok lainnya senilai Rp20 juta dari kobaran api.

​Imbauan Satpol PP Kediri: Jangan Sembarangan Bakar Sampah
​Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, membenarkan serangkaian kejadian tersebut dan mengonfirmasi bahwa seluruh titik kebakaran telah berhasil dipadamkan sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP).

​Pihaknya kembali mengimbau seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kediri agar lebih waspada, terutama saat melakukan aktivitas yang melibatkan api di musim dan kondisi cuaca kering.

​”Kami mengingatkan warga agar tidak meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan, apalagi di dekat area lahan kering atau bahan yang mudah terbakar. Begitu juga di dapur, pastikan tungku atau kompor benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah,” tegas Kaleb.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *