Kediri,Montera.co.id – Lapas Kelas IIA Kediri menggelar operasi razia gabungan pemeriksaan blok hunian warga binaan pada Kamis (8/5/2026) pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini dilakukan bersama Subdenpom V/2-2 Kediri dan Polres Kediri Kota sebagai langkah deteksi dini gangguan keamanan, sekaligus wujud nyata komitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan aman, tertib, dan bebas dari barang terlarang.
Dipimpin Langsung Kalapas, Razia Berjalan Profesional dan Humanis
Kegiatan diawali apel bersama dan koordinasi teknis yang dipimpin Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Gatot Tri Rahardjo, didampingi pejabat struktural serta tim aparat penegak hukum. Dalam arahannya, ia menekankan seluruh personel bertindak sesuai standar operasional prosedur, profesional, humanis, dan menjaga suasana tetap kondusif selama pemeriksaan berlangsung.
Untuk memaksimalkan hasil, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP) Kediri, Dhimas Isdwiyono, membagi petugas menjadi empat tim kerja. Pembagian ini bertujuan agar pemeriksaan berjalan lebih cepat, menyeluruh, namun tetap teliti saat menelusuri setiap sudut ruangan dan fasilitas umum di Blok A, Blok B, hingga Blok C.
Hasil Pemeriksaan: Tidak Temukan HP & Narkoba, Benda Tajam Rakitan Diamankan
Pemeriksaan dilakukan secara mendetail dan acak di sejumlah kamar hunian serta lingkungan sekitar blok warga binaan. Hasilnya, tim tidak menemukan keberadaan ponsel, narkotika, maupun obat-obatan terlarang. Namun, petugas berhasil mengamankan sejumlah benda tajam rakitan dan barang lain yang tidak sesuai aturan, berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Seluruh barang bukti yang ditemukan langsung didata, diamankan, dan akan ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan. Langkah ini menjadi bukti nyata ketegasan pengawasan agar fasilitas pemasyarakatan tetap aman dan bebas dari ancaman.
Wujudkan Zero Halinar, Ikuti Arahan Pimpinan Pusat
Kalapas Kediri, Gatot Tri Rahardjo, menjelaskan kegiatan ini merupakan implementasi arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang mewajibkan pelaksanaan razia rutin dan menyeluruh di seluruh satuan kerja. Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis menjaga target Zero Halinar — bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba.
“Razia gabungan ini adalah bagian deteksi dini dan penguatan pengamanan agar situasi Lapas Kediri tetap aman, tertib, dan kondusif. Kami berkomitmen penuh menjaga Zero Halinar melalui sinergi aparat penegak hukum dan pengawasan berkelanjutan,” tegas Gatot.
Pengawasan Berlanjut, Dukung Optimalisasi Pembinaan Warga Binaan
Hasil pemeriksaan telah dilaporkan secara berjenjang sesuai mekanisme yang berlaku. Lapas Kediri menegaskan tidak akan berhenti di satu kegiatan ini saja; pengawasan dan pengendalian keamanan akan terus dilakukan secara konsisten dan terjadwal.
Langkah ini bertujuan bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menciptakan lingkungan kondusif agar proses pembinaan, pendidikan, dan keterampilan bagi warga binaan dapat berjalan optimal. Sinergi lintas instansi menjadi kunci utama agar pemasyarakatan berjalan sesuai tujuan, aman, dan bermanfaat bagi seluruh pihak.(Dan/Ali)







