Kediri,montera.co.id – Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Perikanan kembali menggelar acara akbar bertajuk Kediri Akuatik ke-4. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222, dengan memindahkan lokasi acara dari Convention Hall ke Pasar Ikan Hias Gumul untuk lebih mempromosikan sentra ekonomi lokal tersebut.
Acara ini diisi dengan berbagai lomba kreativitas, kontes ikan hias, hingga kegiatan konservasi alam yang menarik ribuan peserta dari berbagai daerah.
Ribuan Peserta Ikut Lomba Mewarnai dan Menggambar
Pada hari pertama, Sabtu, kegiatan dibuka dengan meriah. Rangkaian acara dimulai dengan Senam Ikan, kemudian dilanjutkan dengan Lomba Mewarnai untuk tingkat TK dengan tema “Aguari Umbu”.
Dari data pendaftaran, tercatat kuota terisi penuh sebanyak 100 peserta, namun yang hadir dan melakukan registrasi berjumlah 85 anak. Peserta tidak hanya datang dari Kabupaten Kediri, tapi juga dari luar daerah seperti Nganjuk, Surabaya, dan Kota Kediri.
Siang harinya, acara dilanjutkan dengan Lomba Menggambar untuk tingkat SD dan SMP dengan tema lingkungan pasar ikan. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai:
– SD: 97 Peserta
– SMP: 98 Peserta
Dalam setiap kategori lomba, akan dipilih pemenang Juara 1, 2, 3 serta Juara Harapan 1, 2 dan 3. Selain itu, juga digelar Lomba Foto yang masih berlangsung hingga hari ini dengan 50 peserta, serta Lomba Video yang pemenangnya sudah ditentukan sebelumnya.
Besok Kontes Ikan Moli dan Cupang, Ada Penebaran 30 Ribu Ikan Tawes
Puncak acara akan berlangsung pada hari Minggu. Rangkaian kegiatan esok hari akan menampilkan Kontes Ikan Hias yang mempertandingkan keindahan ikan jenis Moli dan Cupang.
Kepala Bidang Usaha Perikanan, Dr. Hewan Enisa Novia Amalia, menjelaskan bahwa kontes Moli digelar untuk memicu kreativitas peternak sekaligus mengembangkan potensi ikan jenis ini yang baru saja membentuk asosiasi atau klub khusus.
“Selain Moli, ada juga ikan Koi, Betta, Tetra, dan berbagai jenis ikan hias lainnya yang dipamerkan,” jelasnya.
Tidak hanya lomba, kegiatan positif juga dilakukan melalui program Restocking atau penebaran ikan. Sebanyak 30.000 ekor ikan Tawes akan ditebar di perairan sekitar Simpang Lima Gumul sebagai upaya pelestarian ikan lokal.
Pindah Lokasi ke Pasar Ikan, Targetkan Ekonomi Masyarakat Naik
Salah satu perubahan signifikan pada tahun ini adalah pemindahan venue. Jika tahun sebelumnya diadakan di Convention Hall, untuk tahun ke-4 ini, seluruh kegiatan dipusatkan di Pasar Ikan Hias Gumul.
“Kami berharap agar pasar ikan hias Gumul ini lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas. Dengan mendatangkan anak-anak beserta orang tuanya, kami ingin pasar ini semakin ramai dan bisa mendatangkan income atau pendapatan bagi para pembudidaya dan pedagang di sini,” ujar Enisa.
Acara ini juga didukung oleh keberadaan stand edukasi perikanan dari berbagai pihak seperti WWI, PSDKU UD, hingga Persas Rawicaya. Kehadiran UMKM perikanan dan UMKM lainnya turut memeriahkan suasana sekaligus memperkenalkan produk-produk unggulan daerah.(Dan/Ali)







