Kediri , Montera.co.id– Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar serangkaian operasi gabungan dan patroli cipta kondisi pada Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini menyasar tiga isu strategis sekaligus: penertiban parkir liar di kawasan ikonik Simpang Lima Gumul (SLG), evakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang meresahkan warga di Gampeng, serta penataan pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Ngasem.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, memimpin langsung rangkaian kegiatan yang melibatkan sinergi lintas instansi mulai dari Polresta Kediri, Kodim 0809, Dinas Perhubungan, hingga Bakesbangpol demi menciptakan ketertiban umum (Tibumtrantibmas) yang optimal.

Sweeping Parkir Liar di SLG: Temukan Tiket Ilegal dan Ancam Sanksi Tegas
Sorotan utama tertuju pada operasi penertiban parkir di Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kecamatan Ngasem, yang berlangsung pada malam hari (18.30 – 20.45 WIB). Operasi ini melibatkan lebih dari 60 personel gabungan, termasuk unsur TNI, Polri, Dishub, dan Satpol PP.
Dalam arahannya, Kaleb menegaskan bahwa kawasan SLG steril dari parkir liar. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyaknya kendaraan yang diparkir sembarangan di tengah jalan, diduga kuat dikelola oleh oknum pengelola parkir ilegal.
“Kami menemukan bukti tiket parkir yang tidak resmi atau ilegal. Tindakan memungut retribusi tanpa izin resmi adalah pelanggaran hukum,” tegas Kaleb usai operasi.
Tim gabungan membagi dua zona penyisiran (barat dan timur SLG). Petugas memberikan himbauan tegas kepada pengguna jalan untuk memindahkan kendaraan ke area parkir resmi dan menindaklanjuti oknum pengelola parkir liar. “Kegiatan ini bukan sekadar razia, tapi langkah menciptakan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas. Ke depan, kami akan menyusun peraturan daerah yang lebih spesifik terkait tata kelola parkir di kawasan wisata ini,” tambahnya.
Evakuasi ODGJ Mengamuk: Warga Plosorejo Dihujani Batu
Di sisi lain, tim Satpol PP juga turun tangan menangani gangguan kamtibmas akibat perilaku ODGJ di Desa Plosorejo, Kecamatan Gampeng. Laporan masuk pada pukul 19.15 WIB menyebutkan seorang ODGJ mengamuk dan melempari warga dengan batu, memicu kepanikan di lingkungan setempat.
Sebanyak sembilan personel Satpol PP yang dipimpin oleh Tuin Widodo segera meluncur ke lokasi. Setelah berkoordinasi dengan perangkat desa (Kasun), petugas berhasil mengamankan pelaku.
“Berdasarkan informasi di lapangan, yang bersangkutan memang dalam kondisi tidak stabil dan membahayakan warga karena aksi lempar batu. Kami langsung membawa yang bersangkutan ke shelter khusus untuk mendapatkan perawatan dan pengawasan intensif,” ujar Kaleb. Proses penyerahan kepada petugas jaga shelter berjalan lancar, mengembalikan ketenangan bagi warga Plosorejo.
Patroli Cipta Kondisi: Pedagang Dihimbau Taati Jam Operasional
Sebelumnya, pada pagi hari (09.30 WIB), Satpol PP juga melaksanakan patroli cipta kondisi di titik-titik rawan sekitar SLG, meliputi Pertigaan Depo, Perempatan Pasar Tugu, Pertigaan Dishub, hingga depan RTH Taman Hijau dan Polsek Ngasem.
Dari hasil pemantauan, ditemukan beberapa pedagang yang membuka lapak di luar waktu yang ditentukan. Petugas tidak langsung melakukan penindakan keras, melainkan mengedepankan pendekatan persuasif.
“Pedaagang kami himbau untuk tetap berdagang sesuai jadwal yang telah disepakati. Ketertiban bersama adalah tanggung jawab kita semua agar kawasan Ngasem tetap bersih, rapi, dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” jelas Kaleb.
Komitmen Menjaga Kondusivitas Daerah
Rangkaian kegiatan pada 6 April 2026 ini menunjukkan keseriusan Pemkab Kediri dalam menegakkan perda dan menjaga stabilitas keamanan. Sinergi antara Satpol PP dengan kepolisian, militer, dan dinas terkait dinilai efektif dalam menekan potensi gangguan kamtibmas, baik yang bersifat kriminalitas ringan (parkir liar) maupun gangguan sosial (ODGJ).
“Evaluasi akan terus kami lakukan. Opsi dan solusi alternatif akan dicari agar masalah seperti parkir liar ini tidak berulang. Intinya, kami hadir untuk melayani dan melindungi masyarakat Kediri,” pungkas Kaleb Untung Satrio Wicaksono.(Dan/Ali)







