Kediri,Montera.co.id– Distribusi 750 paket sembako dan takjil menjadi agenda utama dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri di Pondok Pesantren Wali Barokah, Senin (16/3/2026).
Aksi bertajuk “Berbagi di Bulan Suci” Ramadan 1447 H ini menyasar warga kurang mampu, anak yatim, hingga kaum dhuafa di wilayah Banjaran dan sekitarnya.
Kegiatan rutin tahunan ini merupakan langkah nyata LDII dalam membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat menjelang Idul Fitri, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar warga.
Wujud Syukur di Hari ke-26 Ramadan
Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur karena ibadah Ramadan telah memasuki hari ke-26 dengan lancar. Beliau menekankan pentingnya kepedulian sosial sebagai bagian dari ibadah.
”Ini adalah bentuk rasa syukur kami di bulan suci. Sesuai anjuran untuk memperbanyak kebaikan, Pondok Wali Barokah ingin berbagi dan peduli kepada masyarakat sekitar,” ujar KH Sunarto di sela-sela acara.
Selain aspek sosial, KH Sunarto juga menyampaikan apresiasinya atas kerukunan yang selama ini terjalin antara pihak pondok dengan warga sekitar. Dukungan masyarakat di Kelurahan Banjaran dinilai sangat krusial bagi keberlangsungan pendidikan di pesantren.
”Terima kasih atas hubungan baik yang ada. Berkat kerja sama ini, proses belajar-mengajar di pondok berjalan tertib, aman, lancar, dan barokah,” imbuhnya.
Target Penerima Manfaat Terus Ditingkatkan
Meskipun tahun ini baru menjangkau 750 paket, KH Sunarto berharap di masa mendatang jangkauan bantuan ini bisa lebih luas lagi seiring dengan dukungan dana yang memadai.
”Kami sadar di wilayah Banjaran sendiri belum semua warga kurang mampu terlayani. Harapan kami di masa depan, jumlah penerima manfaatnya bisa terus meningkat,” jelasnya optimis.
Respons Bahagia Warga Banjaran
Raut wajah bahagia terpancar dari para warga yang hadir. Hariono (61), salah satu penerima manfaat asal Banjaran, mengaku sudah lima kali menerima bantuan dari Ponpes Wali Barokah.
”Sangat membantu, ada beras, minyak, hingga kue. Isinya lengkap dan bermanfaat buat keluarga,” tutur Hariono.
Hal senada diungkapkan oleh Tri Wulandari, warga lainnya yang rutin menerima bantuan setiap bulan Ramadan. Ia merasa senang karena kepedulian pihak pondok tidak pernah absen setiap tahunnya. “Tiap Ramadan selalu ada, senang sekali rasanya,” ucap Tri.
Melalui aksi nyata ini, LDII Kota Kediri dan Ponpes Wali Barokah membuktikan bahwa kehadiran lembaga keagamaan harus memberikan dampak positif yang nyata secara ekonomi dan sosial bagi lingkungan sekitarnya.(Dan/Ali)







