Sidak Pasar Jelang Ramadan di Kediri: Harga Pangan Terkendali, Stok Aman

Tim Gabungan Bapanas-satgas Pangan Laksanakan Sidak Di Wilayah Pare

Kediri,Montera.co.id – Tim gabungan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Satgas Pangan Kabupaten Kediri melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tiga lokasi perdagangan utama di Kecamatan Pare, Kamis (12/2). Kegiatan ini bertujuan memastikan kestabilan harga dan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang bulan suci Ramadan.

Lokasi yang disisir meliputi Pasar Induk Pare, Pasar Pamenang Pare, dan TOP Swalayan Pare. Tim memantau secara intensif komoditas strategis seperti beras, sayuran, daging sapi, daging ayam, aneka cabai, dan bawang merah untuk mencegah terjadinya gejolak harga yang memberatkan masyarakat.

HARGA TERKENDALI DAN BERADA DI BAWAH HET

Kasubag TU Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas RI, Puspa Dewi, memberikan apresiasi terhadap kondisi pasar di Kabupaten Kediri. Menurutnya, berdasarkan pantauan langsung, harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut dinilai relatif terkendali dan masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Dari pantauan di lokasi, harga-harga di Kabupaten Kediri masih terbilang stabil dan berada di bawah HET. Kami terus mengawasi, jika ditemukan pedagang yang menaikkan harga di atas HET secara tidak wajar, maka akan diberikan sanksi tegas,” ucap Puspa Dewi.

STOK PANGAN MELIMPAH, PEMKAB SIAPKAN STRATEGI ANTISIPASI

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, memastikan masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan barang. Ia menjamin stok pangan untuk menyambut Ramadan tahun ini dalam posisi aman.

Selain pengawasan harga, Pemkab Kediri telah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, antara lain melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar berkala untuk menyediakan bahan pokok dengan harga produsen, Operasi Pasar Mandiri untuk menjaga keseimbangan harga, serta koordinasi Satgas Pangan untuk mencegah penimbunan stok.

“Untuk pasokan pangan di Kabupaten Kediri menjelang Ramadan ini masih melimpah. Kami terus berupaya menjaga jalur distribusi agar tidak ada kendala di lapangan,” jelas Tutik.

CABAI RAWIT MERAH NAIK, FAKTOR CUACA PENYEBAB UTAMA

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Kediri Iptu Adjie Rizky Ananda menuturkan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari petani, produsen, distributor, hingga retail, untuk memastikan komitmen terkait mutu dan harga pangan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar komoditas seperti daging sapi, ayam, telur, dan minyak cenderung stabil dan berada di bawah HET. Namun, ditemukan adanya kenaikan harga cabai rawit merah yang berskala nasional.

“Kenaikan harga disebabkan faktor hujan dan cuaca yang tidak menentu sehingga produksi dan hasil panen cabai rawit menurun. Kondisi ini kemungkinan masih akan berlangsung hingga Lebaran,” jelas Iptu Adjie.

Tim gabungan akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencegah disparitas harga yang tidak sesuai. Sementara itu, belum ditemukan temuan terkait penimbunan, namun pihak berwenang mengimbau pelaku usaha agar tidak melakukan perbuatan melawan hukum seperti penimbunan dengan motif ekonomi.

“Kami dari Polres Kediri juga mengimbau kepada para pelaku usaha dari hulu ke hilir agar tidak melakukan perbuatan melawan hukum. Hal tersebut tentu akan masuk dalam ranah penegakan hukum,” pungkasnya.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *