Polres Kediri Kota Gelar Apel Gelar Pasukan, Luncurkan Operasi Keselamatan Semeru 2026

Operasi yang Berlangsung 14 Hari Ini Tujuan Utamanya Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas Jelang Idulfitri 1447 H

Kediri,Montera.co.id– Polres Kediri Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Keselamatan Semeru 2026 pada Senin (2/2/2026) pagi pukul 07.30 WIB di halaman Markas Komando (Mako) Polres Kediri Kota. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., selaku inspektur upacara.

Banyak Unsur yang Hadiri, Sinergitas Lintas Sektoral Jadi Fokus

Acara apel tidak hanya dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri Kota dan Kapolsek se-Kediri Kota, melainkan juga personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Kodim 0809 Kediri serta Subdenpom V/2-2 Kediri. Tak hanya itu, unsur pemerintah daerah juga turut berpartisipasi, antara lain Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kediri, serta PT Jasa Raharja Cabang Kediri.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol Iwan Setyo Budhi membacakan amanat Kapolda Jawa Timur yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan menjadi momentum penting untuk mengecek kesiapan personel, sarana, dan prasarana. Selain itu, juga untuk memperkuat kolaborasi lintas sektoral dalam mendukung keberhasilan operasi yang akan berjalan selama 14 hari ini.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 Berlangsung 2-15 Februari

Operasi Keselamatan Semeru 2026 akan berlangsung mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026 dengan tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.” Kegiatan ini merupakan bagian dari cipta kondisi pra-Operasi Ketupat Semeru menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Melalui Kabagops, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa operasi ini mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas, dengan menggabungkan tiga upaya utama yaitu preemtif, preventif, dan represif.

Tiga Strategi Utama Diterapkan untuk Capai Target

Upaya preemtif dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat serta pengusaha transportasi. Sedangkan upaya preventif diwujudkan dengan ramp check terpadu, pemeriksaan kesehatan pengemudi termasuk tes urine, serta peningkatan intensitas patroli di titik rawan kecelakaan dan kemacetan.

Sementara itu, upaya represif difokuskan pada penindakan pelanggaran yang berpotensi menyebabkan korban jiwa, seperti pelanggaran One Way Only Lane (ODOL), melawan arus, tidak menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI), serta penggunaan knalpot brong. Penindakan ini juga akan mendukung optimalisasi sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

“Bapak Kapolres menekankan agar seluruh personel melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab, mengutamakan keselamatan masyarakat, serta menghindari segala bentuk pelanggaran dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujar Kompol Iwan Setyo Budhi.

Sinergi Seluruh Pihak Jadi Kunci Keberhasilan

Kompol Iwan menambahkan bahwa keberhasilan Operasi Keselamatan Semeru 2026 sangat bergantung pada kerja sama yang solid dari semua pihak terkait. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan dan tercipta situasi kamseltibcarlantas yang aman serta kondusif di wilayah hukum Polres Kediri Kota.

Apel gelar pasukan diakhiri dengan pembacaan doa, laporan komandan apel, serta penghormatan pasukan sebagai tanda resmi dimulainya Operasi Keselamatan Semeru 2026.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *