Kediri,Montera.co.id– KH Anwar Iskandar (Gus War), keluarga dari almarhum KH Douglas Toha Yahya (Gus Lik) sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Kota Kediri, membedah akar permasalahan maraknya minuman keras (miras) di Kediri dan daerah sekitarnya dalam sesi jumpa pers terakhir. Ia menekankan perlunya mengambil tindakan dari sumber masalah atau yang disebut sebagai solusi hulu.
Tidak Cukup Razia di Cafe atau Hotel
Menurut Gus War, langkah razia yang selama ini dilakukan pemerintah hanya di tingkat hilir seperti cafe atau hotel tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Ia mendesak agar pihak berwenang mengambil langkah tegas juga di tingkat hulu, yaitu pada sumber produksi miras itu sendiri.
“Razia tidak akan efektif selama produsen tetap dibiarkan beroperasi,” ujarnya pada Kamis (22/1/2026) di Pondok Pesantren Al-Amien Jl. Ngasinan Raya No.18, Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri.
Jangan Tergiur Pajak, Tutup Pabrik Miras
Gus War juga mengingatkan pemerintah agar tidak mempertahankan operasional pabrik miras hanya karena alasan setoran pajak yang tinggi. Menurutnya, dampak sosial yang ditimbulkan oleh maraknya konsumsi miras jauh lebih merusak, terutama bagi generasi muda bangsa.
“Kalau ingin Indonesia bebas miras, jangan hanya razia pedagang kecil. Tutuplah pabriknya. Itu baru langkah tegas,” pungkasnya dengan tegas.(Dan/Ali)







