Kediri,Montera.co.id– Harapan baru bagi pelaku usaha mikro di Kota Kediri resmi dimulai dari sebuah warung sederhana di Kelurahan Rejomulyo. Pada Rabu (7/1/2026), Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, bersama BAZNAS RI meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi ZMart, sebuah inisiatif strategis untuk mengubah wajah warung tradisional menjadi usaha yang lebih modern dan mandiri.
Bertempat di warung milik Ibu Wanti, peresmian ini menandai tuntasnya penyaluran bantuan bagi 60 “Saudagar ZMart” di Kota Kediri. Program ini merupakan kolaborasi nyata antara Pemerintah Kota Kediri dan BAZNAS dalam upaya pengentasan kemiskinan berbasis ekonomi kerakyatan.
Transformasi Mustahik Menjadi Muzaki: Dana Hibah Rp480 Juta
Program ZMart di Kota Kediri didukung dengan total bantuan senilai Rp480 juta yang bersumber dari sinergi BAZNAS RI dan BAZNAS Kota Kediri. Namun, bantuan ini bukan sekadar hibah permodalan semata.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati—yang akrab disapa Mbak Wali—menegaskan bahwa ZMart adalah instrumen penggerak ekonomi yang komprehensif. Selain modal usaha, para penerima manfaat mendapatkan pelatihan manajemen usaha dan pendampingan berkelanjutan.
”Melalui program ini, para mustahik didorong untuk berkembang dan naik kelas menjadi muzaki. Kami ingin mereka tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Kota Kediri lainnya,” ujar Mbak Wali.
Sinergi Pemerintah dan BAZNAS di Tengah Keterbatasan Anggaran
Di tengah dinamika anggaran daerah, Mbak Wali menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Peran zakat dinilai sangat vital sebagai instrumen pendukung pembangunan daerah yang menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.
Pemerintah Kota Kediri berharap ZMart mampu mengoptimalkan potensi lokal dan menjadi role model pemberdayaan ekonomi yang berdampak nyata.
“Dukungan dari berbagai pihak menjadi faktor penting agar program ini berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah,” tambahnya.
Pesan BAZNAS RI: Zakat untuk Pendidikan dan Keberkahan Keluarga
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, memberikan pesan menyentuh kepada para saudagar. Ia mengingatkan bahwa dana ZMart berasal dari dana zakat yang suci, sehingga keberkahan harus menjadi napas dalam pengelolaannya.
Fokus utama BAZNAS RI bukan sekadar menumpuk kekayaan materi bagi peserta, melainkan peningkatan kualitas hidup keluarga secara menyeluruh.
Pengelolaan Amanah: Dana harus dikelola dengan jujur agar membawa berkah.
Pendidikan Anak: Keuntungan usaha diharapkan diprioritaskan untuk pendidikan anak-anak agar memutus rantai kemiskinan.
Kesehatan: Memastikan keluarga memiliki standar kesehatan yang lebih baik.
”Bukan sekadar menjadi kaya, tetapi menjadi keluarga dengan kualitas terbaik,” tegas Saidah Sakwan.
Dihadiri Tokoh Penting dan Mitra Strategis
Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh sederet tokoh penting, di antaranya:
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin (Gus Qowim).
Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, KH. Ali Maschan Musa.
Ketua BAZNAS Kota Kediri, Dawud Syamsuri.
Direktur Pendayagunaan BAZNAS RI, Eka Budhi Sulistyo.
Perwakilan mitra strategis dari Aksesmu (PT Sumber Trijaya Lestari).
Hadirnya berbagai pihak ini mempertegas komitmen bersama dalam mengawal 60 saudagar ZMart agar benar-benar “naik kelas” dan menjadi pilar ekonomi baru di Kelurahan Rejomulyo serta wilayah Kota Kediri lainnya.(Dan/Ali)







