Seminar Lingkungan Hidup di Ponpes Wali Barokah Kediri: Dorong Eco Pesantren dan Agen Perubahan

Kediri, Montera.co.id--Ponpes Wali Barokah Kota Kediri menyelenggarakan seminar lingkungan hidup di Gedung DMC Lantai 5, dengan kehadiran sekitar 400-500 santri dan narasumber dari berbagai lembaga. Acara yang menjadi rangkaian kegiatan muda sampai akhir tahun ini bertujuan membentuk generasi santri yang beriman, berkarakter, dan peduli lingkungan, sekaligus mengembangkan konsep Eco Pesantren yang terintegrasi dengan pendidikan agama.

Tema Utama: Pengelolaan Lingkungan Sebagai Wujud Tanggung Jawab Manusia

Dalam sambutannya, Agung Riyanto, S.Si, M.M., Ketua DPD LDII Kota Kediri, menyatakan bahwa manusia diciptakan Allah untuk menjaga lingkungan. “Bencana-bencana yang terjadi seringkali terkait dengan kelalaian pengelolaan lingkungan. Jika lingkungan dijaga dengan baik, maka kita juga akan terlindungi; sebaliknya, hukum alam akan berbicara jika merusaknya,” jelasnya.

Seminar ini didukung oleh Universitas Gadjah Mada (UGM), Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, serta PH KB Kota Kediri. Kegiatan ini juga selaras dengan program prioritas LDII 18 Cluster Pengabdian Edisi Bangsa (berkaitan ketahanan pangan dan lingkungan) dan visi Pemerintah Kota Kediri menjadi kota yang mapan.

Narasumber DLHKP: Tegaskan Pentingnya Eco Pesantren

Ridwan Salimin, Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda DLHKP Kota Kediri, menjelaskan bahwa materi seminar terfokus pada Eco Pesantren – konsep yang sudah lama digaungkan dan bahkan Ponpes Wali Barokah telah menerima penghargaan “Eco Pesantren Pratama” dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi.

“Harapan kami, Ponpes Wali Barokah dapat menjadi media untuk mengembangkan kawasan ‘Pro Clean’ yang melibatkan cabang LDII di Kota dan Kabupaten Kediri,” ujarnya, yang menyebutkan bahwa Eco Pesantren juga menjadi salah satu tujuan Musda ke-7 LDII.

UGM: Targetkan Adiwiyata dan Partisipasi Masyarakat Sekitar

Dr. Atus Syahbudin, S.Hut, M.Agr, dari UGM Yogyakarta, mengungkapkan bahwa setelah mengajarkan Eco Pesantren Kelas Pratama, target selanjutnya adalah menjadikan Ponpes Wali Barokah sebagai sekolah Adiwiyata dan menangani masalah lingkungan di sekitar pondok yang setingkat dusun atau RW.

“Kita berharap Wali Barokah tidak hanya menjadi contoh untuk pesantren, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Yang unik, penelitian kami menemukan bahwa LDII memiliki pilar tambahan dalam pelestarian lingkungan berupa peran Kiai dan santri yang menjadi kekuatan kuat untuk menghubungkan pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.

Harapan Ke Depan: Luasakan Dampak ke Masyarakat

Sunarto, Ketua LDII Wali Barokah Kota Kediri, menyampaikan terima kasih atas fasilitasi dari DPD LDII Kota Kediri dan dukungan langsung dari DPP LDII melalui video. Menurutnya, seminar ini merupakan prestasi bersama antara pemerintah, lembaga, dan internal pesantren.

“Kami sudah memiliki pengalaman baik melalui Posyandu yang melayani tidak hanya santri tetapi juga RT/RW sekitar. Ke depan, kami akan mengembangkan program ini dengan berkoordinasi dengan Lurah dan perangkat kelurahan, agar dampak lingkungan yang baik dirasakan lebih luas,” tutupnya.(Dan/Ali)

Pos terkait

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *