Kediri, Montera.co.id– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri menggelar kegiatan peningkatan pengetahuan bagi mitra potensial dalam rangka mendukung program nasional pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di gedung Bagawanta Bhari. Acara ini diikuti oleh sekitar 700 orang, terdiri dari Tim Penggerak PKK tingkat Kecamatan dan Desa, serta perwakilan kader Posyandu dari seluruh Kabupaten Kediri.
TBC Masih Masalah Kesehatan Prioritas, 2.556 Kasus Tercatat Tahun 2025
Data per 27 November 2025 menunjukkan tercatat 2.556 kasus TBC di semua kelompok umur, termasuk 385 kasus pada anak – mengindikasikan transmisi aktif masih terjadi di masyarakat. Meskipun angka keberhasilan pengobatan mencapai 88,10 persen, TBC tetap menjadi tantangan kesehatan terbesar di Kediri.
PKK Digadang-Gadang sebagai “Srikandi Biru” Penanggulangan TBC
Dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli TP PKK Kabupaten Kediri, Nur Wulan Andadari, Ketua TP PKK Eriani Annisa Hanindhito menekankan pentingnya membangun lingkungan yang mendukung pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, hingga pemulihan pasien secara komprehensif.
“Wulan mengungkap harapan Eriani agar semua pihak saling berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menyusun langkah kolaboratif konkret agar Kediri bebas TBC segera terwujud,” ungkapnya. Dia juga menantang para kader PKK sebagai “Srikandi biru” untuk berkontribusi melalui penyuluhan, peningkatan penemuan kasus, pengurangan stigma, dan pendampingan psikososial pasien dalam minum obat.
Pengobatan TBC Gratis, Ada Program Jemput Bola Periksa Ronsen
Kapala Dinkes Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, menjelaskan bahwa penanganan TBC membutuhkan partisipasi seluruh komponen masyarakat, terutama dalam penemuan kasus baru. “PKK memiliki peran penting karena ada di semua lapisan masyarakat, sehingga bisa melaporkan ke Dinkes atau Puskesmas,” ujarnya.
dr. Khotib juga memastikan semua biaya pengobatan TBC di Kediri bisa didapatkan secara gratis. Bahkan, ada program jemput bola untuk periksa ronsen bagi orang yang kontak erat dengan penderita. “TBC bukan penyakit mematikan, tapi menular yang bisa diobati dan sembuh kalau diobati dengan betul,” tegasnya, dengan harapan pengobatan pasien bisa melindungi keluarga dan mencegah penularan.(Dan/Ali)







